
PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN MUTAKHIR
Memahami Arti Belajar.
Sebagian terbesar dari proses perkembangan berlangsung melalui kegiatan belajar. Belajar yang disadari atau tidak, sederhana atau kompleks, belajar sendiri atau dengan bantuan guru, belajar dari buku atau media elektronik, belajar disekolah dilingkungan kerja atau dimasyarakat. Belajar selalu berkenaan dengan perubaahan pada diri orang yang belajar, apakah iitu mengarah kepada yang lebih baik dan direncanakan atau tidak. Hal lain yang selalu terkait dalam belajar adalah pengalaman yang berbentuk interaksi dengan orang lain atau lingkungannya. Menurut witherington “Belajar merupakan perubahan dalam kepribadian, yang dimanifestasikan sebagai pola-pola respon yang baru yang berbentuk ketrampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan”. Pendapat yang sama Hilgard “Belajar adalah suatu proses dimana suatu perilaku muncul atau berubah karena adanya respon atau terhadap situasi”.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan perubahan yang menyangkut hal yang sangat luas menyangkut semua aspek kepribadian individu. Perubahan tersebut dapat berkenaan dengan penguasaan dan penambahan pengetahuan, kecakapan, sikap, nilai motivasi, kebiasaan, minat, apresiasi, demikian juga dengan pengalaman berkenaan dengan segala bentuk pengalaman atau hal yang pernah dialami melalui membaca, melihat mendengar, merasakan, melakukan, menghayati melaksanakan menilai, mencoba, menganalisis dan memecahkannya dengan menitikberatkan kepada unsur-unsur dalam proses belajar itu sendiri. unsure itu antara lain :
Tujuan. Perbuatan belajar diarahkan kepada pencapain suatu tujuan dan untuk memenuhi sesuatu kebutuhan.
Kesiapan. Untuk dapat melakukan kegiatan belajar dengan baik perlu memiliki kesiapan fisik dan psikis yang berupa kematangan penguasaan pengetahuan dan kecakapan yang mendasarinya
Situasi. Tempat, lingkungan sekitar alat dan bahan yang dipelajari.
Interpretasi. Individu harus melihat hubungan diantara komponen situasi belajar, melihat makna dan menghubungkannya dengan kemungkinan pencaapaian tujuan.
Respon. Berpegang dari interpretasi diharapkan bisa merespon dan mencoba.
Konsekuensi. Konsep setiap usaha selalu membawa keberhasilan dan gagal.
Reaksi terhadap kegagalan. Artinya kegagalan harus membangkitkan semangat.
Memahami Arti Mengajar.
Dalam arti luas pendidikan meliputi segala perbuatan dan uasaha dari generai tua untuk mengalihkan pengetahuaannya, pengalamannya, dan ketrampilannya kepada generasi muda ssebagai usaha menyiapkan agar dapat memenuhi fungsi hidupnya baik jasmani atau rohani. Usaha-usaha ini disebut mengajar, antara siswa dan guru terjadi proses belajar mengajar. Menurut Bruner ”mengajar adalah menyajikan ide, problem, atau pengetahuan dalam bentuk yang sederhana sehingga dapat dipahami oleh peserta didik”. Di dalam konsep ini secara garis pengajaran masih berpusat pada guru ( teacher centered = teacher oriented ) yang secara tradisional mengajar diarikan sebagai upaya penyampaian atau penanaman pengetahuan pada anak, dalam pengertian ini anak dipandang sebagai obyek yang sifatnya pasif. guru memilih dan menyajikan materii sesuai tingkat dankemampuan dan perkembangan peserta didik. Menurut teori diatas hampir sama dengan model pendidikan klasik yang mana model ini mempunyai implikasi siswa kurang berkembang kemampuan berpikirnya. Menurut Oemar mengajar adalah :
Usaha organisasi lingkungan sehingga menciptakan kondisi belajar bagi peserta didik.
Mengajar atau mendidik adalah memberikan bimbingan pada murid, guru membantu mengatasi kesulitannya.
Mengajar adalah kegiatan mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang baik dan sesuai tuntutan masyarakat.
Mengajar adalah suatu proses membantu peserta didik menghadapi kehidupan masyarakat sehari-hari.
Dari pendapat diatas disimpulkan bahawa mengajar adalah kegiatan membimbing peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar untuk mengembangkan individu dalam hubungan yang produktif, harmonis dengan masyarakat dan memberikan peluang kepada siswa keilmuan dan ketrampilan supaya bisa diterima di masyarakat.
Hal –hal yang harus diperhatikan dalam mengajar antara lain :
Perhatian. Guru harus mampu membangkitkan perhatian peserta didikdalam belajar dengan menyajikan pelajaran yang menarik menggunakan media yang merangsang untuk berpikir
Aktivitas. Setelah berpikir timbul aktifitas dalam berpikir dan berbuat melaksanakan tugas dari guru.
Apersepsi. Guru menghubungkan pelajaran dengan pengetahuan siswa
Peragaan. Menunjukkan model, gambar dan media lainnya
Repetisi. Guru menjelaskan perlu diulang-ulang yang akan memberikan tanggapan yang jelas sehingga siswa tidak mudah lupa
Korelasi. Guru wajib memperhatikan dan memikirkan hubungan tiap mata pelajaran karena kenyataan hidup semua pelajaran salaing berkaitan.
Korelasi. Hubungan dapat dipusatkan pada minat sehingga siswa memperoleh pengetahuan yang sangat luas.
Sosialisasi. Selalu bergaul di sekolah atau dimasyarakat dalam kegiatan bersama, memecahkan masalah.
Evaluasi. Semua kegiatan dievalusi, menggambarkan kemampuan siwa
Prinsip-Prinsip Pembelajaran Mutakhir
Tiap peserta didik berbeda satu dengan lain baik dalam kecerdasan, emosi,sikap sifat bakat, minat kepribadian. Perbedaan-perbedaan ini harus diperhatikan guru dalam upaya pembelajaran. Prinsip Pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dan pendidik dan sumber belajar pada lingkungan belajar, Pembelajaran harus merupakan bantuan yang diberikan oleh pendidik agar terjadi proses peralihan ilmu pengetahuan, kemahiran serta pembentukan sikap dan kepercayaan peserta didik, Semua kegiatan pembelajaran perlu dievaluasi agar dapat memberi motivasi pada guru dan peserta didik, menggambarkan kemajuanbelajar peserta didik yang menjadi umpan balik bagi guru itu sendiri. Setelah prinsip-prinsip dikuasai , perlu juga diperhatikan tingkat praktek pembelajaran, yaitu :
Tingkat pembelajaran pragmatik yaitu pembelajaran yang dilakukan guru dengan berdasar pada cara-cara menurut pengalaman guru yang dianggap berhasil optimal
Tingkat pembelajaran dogmatik yaitu pembelajaran yang dilakukan guru dengan menggunakan teori tertentu dan dijadikan dogma bagi kepentingan proses pembelajaran siswa
Tingkat pembelajaran sinkretis yaitu pembelajaran yang dilakukan guru dengan menggunakan sejumlah pendekatan pembelajaran namun penngunaannya dilakukan secara campur aduk dan tanpa sistematika yang matang
Tingkat pembelajaran elektrik yaitu guru telah memiliki pemahaman tentang berbagai pendekatan pembelajaran beserta teknologinya, dan berusaha memilih dan menerapkannya sesuai permasalahan dan kebutuhan belajar siswa.
Tingkat pembelajaran pribadi yaitu mempunyai ciri : (1)penguasaan mendalam pada sejumlah pendekatan pembelajaran dan teknologinya, (2) kemampuan memilih dan menerapkan secara tepat pendekatan pembelajaran beserta teknologinya untuk kepentingan pembelajaran siswa , (3) pemberian warna pribadi yang khas sehingga tercipta praktek pembelajaran yang ilmiah, efektif,produktif dan unik.