1.
GRANT THEORY
a.
Tipologi peran orang tua
Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia, pengertian tipologi adalah ilmu yang watak tentang bagian manusia di
golongan-golongan menurut corak watak masing-masing.
Tipe orang tua yang khas menurut Elizabeth B.
Murlock (1978:204) adalah :
1. Melindungi secara berlebihan. Melindungi
secara berlebihan mencakup pengasuhan dan pengendalian anak yang berlebihan
2. Permisivitas. Membiarkan anak berbuat
sesuka hati dan sedikit pengekangan
3. Memanjakan. Memanjakan membuat anak egois
4. Penolakan. Mengabaikan anak
5. Penerimaan. Orang tua yang menerima,
memperhatikan perkembangan dan kemampuan anak.
6. dominasi
7. Tunduk pada anak. Orang tua yang tunduk
pada anaknya. Anak mendominasi dirumah
8. Faforitisme. Tipe orang tua yang hanya
memperhatikan salah satu anaknya.
9. Ambisi orang tua. Ambisi orang tua yang
berharap anaknya naik status sosialnya.
Ada 6 tipe yang mempengaruhi perkembangan anak
yaitu ;
1. Tipe orang tua bayang-bayang
2. Tipe orang tua rapuh
3. Tipe orang tua kontrol
4. Tipe orang tua piala
5. Tipe orang tua sibuk
6. Tipe orang tua meninggal
b.
Anak Berkebutuhan Khusus
Anak berkebutuhan Kusus menurut
Bandi Delphie (2006:1)adalah Anak berkebutuhan khusus (ABK) merupakan istilah
lain untuk menggantikan kata ”Anak Luar Biasa”
anak yang yang menandakan adanya kelainan kberupa penglihatan husus yang
mempunyai karakteristik yang berbeda antara satu dan lainnya yaitu hendaya penglihatan (tuna Netra),
hendaya pendengaran dan bicara (tunarungu wicara), hendaya perkembangan
kemampuan (tuna grahita), anak dengan hendaya kondisi fisik (tuna daksa), anak
dengan hendaya prilaku maladjusment (tuna laras), anak autisme, anak dengan
hendaya belajar, anak dengan hendaya perkembangan ganda (tuna ganda)
Anak Tuna grahita menurut Moh
Amin (1995:11) adalah anak-anak yang kecerdasannya jelas berada dibawah
rata-rata, mengalami keterbelakangan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan
dan kurang cakap dalam memikirkan hal bstrak, sulit dan berbelit-belit.
1. Pendidikan Berkebutuhan Khusus (Sekolah
Luar Biasa)
·
SLB/A bagian Tuna Netra
Adalah
salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan khusus bagi peserta didik yang
memiliki kondisi indra penglihatan yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya,
sebagai akibat dari kerusakan pada mata, syaraf mata dan atau bagian otak yang
mengelola stimulus visual.
·
SLB/B
bagian Tuna Rungu Wicara
Adalah salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan
khusus bagi peserta didik yang memiliki kekurangan atau kehilangan kemampuan
untuk mendengar yang disebabkan oleh kerusakan sebagian atau seluruh alat
pendengarannya.
·
SLB/C
bagian Tuna Grahita
Adalah salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan
khusus bagi peserta didik yang memiliki hambatan dalam proses berfikir, emosi,
sikap, dan kesulitan dalam penyesuaian diri dengan lingkungannya.
·
SLB/D bagian Tuna Daksa
Adalah
salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan khusus bagi peserta didik yang
mengalami penyimpangan dari rata-rata sebab mengalami kecacatan fisik, yang
disebabkan oleh gangguan pada fungsi normal tulang, otot dan persendiannya.
·
SLB/E
bagian Tuna Laras
Adalah salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan
khusus bagi peserta didik yang nakal ( anak nakal, anak berkelainan tingkah
laku, delingkwen)
2.
Klasifikasi anak
tuna grahita
·
Tuna
grahita ringan dengan IQ 50-70
·
Tuna
grahita sedang dengan IQ 30-50
·
Tuna
grahita berat dan sangat berat dengan IQ ‹ 30
c. Bina Diri / Activity of Daily Living
Menurut Widjajantin (1991:72) layanan pendidikan bagi
anak tunagrahita selain pada pendidikan yang bersifat akademik, non akademik
juga diadakan pembinaan terhadap bantu diri atau dalam istilah lainnya Activity
of Daily Living (ADL).
Ruang lingkup ADL meliputi:
1)
Bidang penampilan diri dan sikap
2)
Bidang makanan dan minuman
3)
Bidang kesehatan lingkungan
4) Bidang tugas-tugas sederhana di rumah
5)
Bidang keuangan
6)
Bidang pemeliharaan anak kecil
2. Penelusuran Kepustakaan
a. Perpustakaan Kampus I Unevesitas
Muhammadiyah Malang
b. Perpustakaan
SMA PGRI Lawang Malang
c.
Dari Internet
d. Perpustakaan Kampus III Universitas Muhammadiyah Malang
3. Validasi Kepustakaan
|
NO.
|
NAMA
|
JUDUL BUKU
|
KOMPETENSI
|
PENERBIT
|
KETERANGAN
|
|
1.
|
Anastasia Widjajantin
|
Dasar-dasar Pendidikan Luar Biasa
|
Di bidang Pendidikan luar Biasa
|
FIP. IKIP Malang. 1991
|
Anggota
Ikapi
|
|
2.
|
Moh Amin
|
Ortopedagogik anak tuna grahita
|
Di bidang pendidikan tenaga guru
|
DepDikBud
Dirjen Pendidikan Tinggi 1995
|
Angota Ikapi
|
|
3.
|
Bandi Delphie
|
Pembelajaran Anak Tuna Grahita
|
Di bidang Pendidikan luar biasa
|
PT. Refika Aditama. Bandung 2006
|
Annggota Ikapi
ISBN: 979-1073-22-8
|
|
4.
|
Elizabet Hurlock
|
Perkembangan Anak
|
Alih bahasa edisi ke 6 Di bidang Psikologi
|
Erlangga 1978
|
Anggota Ikapi
UN-10
|
|
5.
|
UU.RI.No.20 Tahun 2003
|
Sistem Pendidikan Nasional
|
-
|
Depdiknas.
Jakarta. 2003
|
-
|
4. Hasil Penelusuran Kepustakaan
a.
.Widjajantin, Anastasia. 1991. Dasar-dasar Pendidikan Luar Biasa. Malang: FIP IKIP Malang.
b.
Amin Moh. 1995. Ortopedagogik Anak Tuna Grahita. Bandung. Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan
c.
Delphie, Bandi. 2006. Pembelajaran Anak Tuna Grahita. Bandung: PT. Refika Aditama.
d.
Hurlock Elizabet. 1978. Perkembangan ana .jakarta. Erlangga
e.
Undang-Undang
RI. No. 20 Tahun 2003. Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta:
Depdiknas.
5. Fokus Penelitian
a.
Peran orang tua
Fokus yang diteliti dalam penelitian ini
adalah menyangkut peran orang tua dalam
pelaksanaan bina diri di keluarga dan pelaksanaan pembelajaran di sekolah.
Dengan membimbing anak supaya bisa melakukan Bina Diri untuk dirinya sendiri,
seperti merawat diri, mengurus diri, menolong diri, komunikasi dan adaptasi
lingkungan dan diharapkan dapat hidup mandiri di keluarga, sekolah dan
masyarakat. Pembelajaran
Bina Diri diarahkan untuk mengaktualisasikan dan mengembangkan kemampuan
peserta didik dalam melakukan bina diri untuk kebutuhan dirinya sendiri
sehingga mereka tidak membebani orang lain.
b.
Pendidikan Berkebutuhan Khusus bagi Anak
Tunagrahita
Pendidikan
berkebutuhan khusus bagi anak tunagrahita adalah salah satu bentuk
penyelenggaraan pendidikan khusus bagi peserta didik yang memiliki hambatan
dalam proses berfikir, emosi, sikap, dan kesulitan dalam penyesuaian diri
dengan lingkungannya. Menurut batasan dari AAMD dalam Delphie (2006:15)
menyatakan bahwa anak tunagrahita secara umum mempunyai tingkat kemampuan
intelektual di bawah rerata.
c. Bina Diri / ADL (Aktivity of Daily Living)
Menurut Widjajantin (1991:72) Activity of Daily Living
(ADL) adalah pendidikan ketrampilan dalam kehidupan sehari-hari bagi anak
tunagrahita. Sehingga yang bersangkutan dapat mandiri (mengurus dirinya
sendiri) dan dapat menyesuaikan diri dalam kehidupan bermasyarakat.
6. Jumlah Jurnal Penelitian, Laporan
Penelitian, Text Book
|
NO.
|
REFERENSI
|
JUMLAH
|
|
1.
|
Jurnal
|
-
|
|
2.
|
Laporan
Penelitian
|
-
|
|
3.
|
Tex book
|
5
|
7. Kerangka Konsep Penelitian
a.
Pendidikan Berkebutuhan Khusus (Sekolah Luar Biasa)
b.
Anak tuna Grahita
c.
Peran orang tua
d.
Pendidikan ketrampilan hidup sehari-hari / bina diri
(Activity of Daily Living)
8. Waktu / tempat membuat dokumen
Pembuatan dokumen ini dilakukan di sekolah
(SLB Idayu jl. Sulfat indah 2 Blimbing Malang) selesai jam kerja. Dalam
pembuatannya dibantu oleh teman seprofesi dengan berbagai pertimbangan terhadap
permasalahan yang ada, sesuai dengan tema yang dibahas.
9. Kesulitan (kelemahan) yang ada
a.
Kesulitan dalam Penentuan judul
b.
Mencari / penelusuran referensi di perpustakaan
c.
Menetukan fokus penelitian
d.
Menyususn kerangka konsep penelitian
10.
Rencana Mengimplementasi kesulitan
(kelemahan) yang ada
- Mencari dengan melihat kenyataan-kenyataan yang ada di lapangan sesuai dengan substansial pekerjaan yang ditekuni.
- Mengkonsultasikan judul penelitian, agar diperoleh penelitian yang memiliki sifat original, berkapasitas dan unik.
- Menelusuri buku-buku referensi di perpustakaan yang memiliki validitas yang dapat dipertanggung jawabkan.
- Menentukan fokus penelitian yang telah direncanakan sehingga akan diperoleh kerangka konsep penelitian.





