KOTAK OPINI

Sabtu, 16 Juli 2011

Sekolah Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Sekolah Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Pendidikan berkebutuhan khusus merupakan disiplin ilmu yang dianggap masih muda dengan akar yang sudah tua, yang membentang dari kebudayaan kuno mediterania hingga sejarah modern Eropa (Jhonsen dalam Tarmansyah, 2007). Menurut Depdiknas (2003) Pendidikan khusus adalah pendidikan bagi peserta yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fifik, emosional, mental sosial dan/ memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Sekolah Berkebutuhan Khusus atau Sekolah Luar Biasa adalah sekolah yang secara khusus menangani anak tuna sesuai dengan jenis ketunaannya (Widjajantin, 1991). Pendapat diatas, menurut penulis adalah sekolah luar biasa merupakan sekolah yang menangani anak yang mengalami penyimpangan dalam segi fisik, sosial, dan emosional sehingga tidak mampu memanfaatkan program sekolah biasa. Sedangkan bentuk penyelenggaraannya meliputi: (1) SLB/A bagian Anak Tunanetra, (2) SLB/B bagian Anak Tunarungu, (3) SLB/C bagian Anak Tunagrahita, (4) SLB/D bagian Anak Tunadaksa, (5) SLB/E bagian Anak Tunalaras, (6) SLB/F bagian anak berbakat dan autis, dan (SLB/G bagian Anak Tunaganda) dan bagi ABK bisa masuk kesekolah reguler yang kita kenal sebagai Inklusi.

TIPE ORANG TUA

TIPE ORANG TUA

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian tipologi adalah ilmu yang watak tentang bagian manusia di golongan-golongan menurut corak watak masing-masing. Tipe orang tua yang khas menurut Elizabeth B. Murlock (1978:204) adalah :
1. Melindungi secara berlebihan. Melindungi secara berlebihan mencakup pengasuhan dan pengendalian anak yang berlebihan
2. Permisivitas. Membiarkan anak berbuat sesuka hati dan sedikit pengekangan
3. Memanjakan. Memanjakan membuat anak egois
4. Penolakan. Mengabaikan anak
5. Penerimaan. Orang tua yang menerima, memperhatikan perkembangan dan kemampuan anak.
6. dominasi
7. Tunduk pada anak. Orang tua yang tunduk pada anaknya. Anak mendominasi dirumah
8. Faforitisme. Tipe orang tua yang hanya memperhatikan salah satu anaknya.
9. Ambisi orang tua. Ambisi orang tua yang berharap anaknya naik status sosialnya.

Ada 6 tipe yang mempengaruhi perkembangan anak yaitu ;
1. Tipe orang tua bayang-bayang
2. Tipe orang tua rapuh
3. Tipe orang tua kontrol
4. Tipe orang tua piala
5. Tipe orang tua sibuk
6. Tipe orang tua meninggal
Sebagai orang tua tentunya bisa memikirkan apa yang seharusnya dan terbaik bagi anak,

Total Quality Management

PENDEKATAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT

Bagi setiap institusi, mutu / TQM adalah agenda utama dan meningkatkan mutu merupakan tugas yang paling penting, dalam peningkatan mutu itu tentunya bias dikaitkan dengan kegagalan dan kesuksesan. Sehingga jelas sekali merupakan masalah yang pokok untuk menjamin perkembangan sekolah, perguruan tinggi dalam meraih status ditengah-tengah persaingan dunia pendidikan yang sekarang ini sedang terjadi untuk memperoleh pelanggan.
Pendekatan dalam TQM yaitu :
Kepuasan pelanggan. Dalam TQM konsep mengenai kualitas dan pelanggan diperluas. Kualitas ditentukan oleh pelanggan. Pelanggan itu sendiri meliputi pelanggan internal dan pelanggan eksternal. Kebutuhan pelanggan diusahakan untuk dipuaskan dalam segala aspek, termasuk didalamnya harga, keamanan, dan ketepatan waktu. Kepuasan yang diberikan sama dengan nilai (value) yang diberikan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup para pelanggan.
Respek terhadap setiap orang. Setiap karyawan dipandang sebagai individu yang memiliki talenta dan kreatifitas tersendiri yang unik, dengan demikian kayawan merupakan sumber daya organisasi yang paling bernilai dan terlibat dalam pengambilan keputusan.
Manajemen berdasarkan fakta. Baik perusahaan maupun institusi pendidikan harus berorientasi kepada fakta. Maksudnya adalah setiap pengambilan keputusan selalu didasarkan pada data bukan sekedar pada perasaan (feeling). Ada 2 konsep pokok yang berkaitan yaitu pertama prioritisasi (prioritization)perbaikan tidak dapat dilakukan pada semua aspek pada saat bersamaan karena keterbatasan SDA yang ada, karena itu dengan menggunakan data maka manajemen dan tim dalam organisasi dapat memvokuskan usahanya pada situasi tertentu yang vital. Kedua variasi (variation) atau fariabilitas kinerja manusia. Data statistik dapat memberikan gambaran mengenai variabilitas yang merupakan bagian yang wajar dari setiap sitem organisasi. Dengan demikian manajemen dapat memprediksi hasil dari setiap keputusan dan tindakan yang dilakukan.
Perbaikan berkesinambungan. Agar dapat sukses setiap institusi pendidikan/perusahaan perlu melakukan proses secara sistematis dalam melaksanakan perbaikan berkesinambungan dengan langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan rencana, pemeriksaan hasil pelaksanaan rencana, tindakan korektif terhadap hasil, siklus PDCA ( plan, do, check, act)

Pengertian Filsafat Pendidikan

FILSAFAT PENDIDIKAN


Pengertian Filsafat
Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu dari kata “philos” dan “Sophia” artinya cinta yang sangat mendalam, dan Sophia artinya kearifan atau kebijakan. Jadi arti filsafat secara harfiah adalah cinta yang sangat mendalam terhadap kearifan atau kebijakan. Pada bagian lain Harold Titus(1959) mengemukakan makna filsafat dalam arti sempit dan luas. Dalam arti sempit filsafat diartikan sebagai sains yang berkaitan dengan metodologi atau analisis bahasa secara logis dan analisis makna-makna. Filsafat diartikan sebagai “science of science” dimana tugas utamanya memberi secara kritis terhadap asumsi-asumsi dan konsep-konsep sains, mengadakan sistematisasi atau pengorganisasian pengetahuan. Dalam pengertian yang lebih luas, filsafat mencoba mengintegarasikan pengetahuan manusia yang berbeda-beda dan menjadikan suatu pandangan yang komprehensif tentang alam semesta, hidup dan makna hidup. Berfilsafat berarti berpikir, tetapi tidak semua berpikir dikategorikan berfilsafat adalah apabila berpikir tersebut mengandung 3 ciri yaitu radikal, sistematis dan universal.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa berfilsafat adalah merupakan kegiatan berpikir manusia yang berusaha untuk mencapai kebijakan dan kearifan. Filsafat berusaha merenungkan dan membuat garis besar dari masalah-masalah dan peristiwa-peristiwa yang pelik dari pengalaman umat manusia.

Pengertian Pendidikan
Pendidikan adalah usaha budaya manusia yang berupa pemberian bimbingan/tuntunan/arahan, bantuan dan pengaruh yang bermanfaat kepada manusia yang sedang dalam keadaan tumbuh, guna mencapai kesiapan pribadi dalam rangka mencapai tujuan hidup kemanusiaan. Dalam Undang-Undang RI no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan Negara. Seperti yang telah dikemukakan diatas pendidikan pada hakikatnya akan mencakup kegiatan mendidik, mengajar dan melatih untuk mentrasformasikan nilai-nilai religi, nilai-nilai kebudayaan, nilai-nilai sains dan teknologi nilai-nilai seni dan nilai-nilai ketrampilaan.

Pengertian filsafat pendidikan
Menurut Yahya Qahar adalah filsafat yang bergerak dilapangan pendidikan yang mempelajari proses kehidupan dan proses pendidikan dalam pembentukan watak yang menyoroti dan memberikan pandangan tentang :
a. Nilai – nilai tentang yang seharusnya menjadi dasar pendidikan dan pandangan hidup.
b. Pandangan tentang manusia yang dididik
c. Tujuan pendidikan
d. Sistem dan praktek pendidikan
Selanjutnya menurut Yahya pengertian diatas menunjuk kepada filsafat pendidikan nasional karena adanya penekanan pada ruang lingkup nasional dan adanya pengertian tujuan pendidikan nasional seperti tujuan nasional pendidikan Pancasila. Dan sebagaimana diketahui bahwa karena sedemikian banyaknya bangsa – bangsa didunia maka berarti sebanyak itu pula filsafat pendidikan nasionalnya yang masing-masing tidak mempunyai kesamaan dalam hal-hal nilai dasar, pandangan hidup, system dan praktek pendidikan, serta bahan pendidikan yang bersumber pada kebudayaan yang mereka miliki.

ANAK DISKALKULIA

PROBLEM PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA BAGI ANAK YANG MENGALAMI DISKALKULIA

PENDAHULUAN

1. Latar belakang
Setiap orang tua berharap anaknya adalah anak yang sempurna dengan prestasi belajar yang menyenangkan. Dalam mengukur keberhasilan anak para orang tua sering kali orang tua tidak rasioanal . jika seorang anak tidak bisa memenuhi harapan orang tua , maka anak dianggap gagal. Kalau anak tidak masuk rangking 10 besar, orang tua akan merasa kecewa dan anak menjadi tumpuan kemarahan. Bagi anak, hal tersebut justru akan menjadi beban yang dapat menurunkan prestasinya dan menjadikan frustasi yang sangat berdampak pada kemampuan menyerap pelajaran dan prestasi belajarnya. Selain orang tua yang berperan dalam pendidikan anak, faktor lain tidak bisa diabaiakan , seperti faktor anak sebagai individu dengan karakteristiknya, kondisi tempat belajar anak atau sekolah dan lingkungan masyarakat. Menurut Sumadi Suryabrata (1983:8) faktornya
a. bahan atau hal yang harus dipelajari
b. faktor llingkungan
c. faktor instrumental
d. kondisi individu si pelajar

2. Masalah
Kurikulum sekolah di Indonesia yang saat ini ada kecenderungan menitik beratkan pada mata pelajaran tertentu, seperti matematika. Matematika adalah mata pelajaran yang diterima oleh semua peserta didik mulai tingkat dasar sampai menengah membuat matematika perlu perhatian khusus. Dalam pelajaran matematika , informasi yang masuk berupa permasalahan yang berbentuk kuantitas, yaitu permasalahan ynag berhubungan dengan angka-angka dalam bentuk, pengurangan, pemjumlahan, pembagian dan perkalian.
Siswa sekolah dasar secara kronologis berada dalam rentang usia 7-12 tahun. Dalam masa ini sesuatu yang konkrit lebih mudah diterima, termasuk pelajaran matematika, apabila disajikan dalam bentuk konkrit. Bagi anak mengalami prestasi belajar rendah, selama ini kurang memahami konsep matematika. Kegagalan pada belajar matematika, mungkin disebabkan menganggap matematika sebagai pelajaran yang sulit dan rumit. Pada umumnya siswa menganggap pelajaran matematika rumit karena proses pemecahannya yang berbelit-belit.
Ini mengakibatkan siswa cemas dalam menghadapi pelajaran matematika dan karena ketidakmengertiannya itu mereka memilih menghindar bila pelajaran matematika. Kondisi ini adalah masalah dalam prestasi belajar matematika anak diskalkulia ( anak berkesulitan belajar matematika.

3. Tujuan penulisan
Kecemasan adalah pengalaman yang manusiawi dan universal dalam kehidupan manusia. Menurut Moh. Shaleh Muntasir (1993 : 78) ”Kecemasan timbul karena terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan”. Kecemasan ini akan meninbulkan aktifitas lain yang menggangu siswa itu sendiri. Kecemasan yang dihadapi siswa terhadap pelajaran matematika ini tentunya akan berakibat pula pada prestasi belajar matematikanya. Penulisan makalah ini bertujuan membahas masalah pada prestasi belajar matematika anak diskakulia yang dipengaruhi oleh berbagai faktor , diantaranya adalah kecemasan pada diri anak dalam hal ini kecemasan dalam matematika.










PEMBAHASAN

Matematika merupakan suatu pola penemuan pemecahan masalah melalui hubungan antara objek dengan informasi dan pengetahuan berhitung. Kesulitan belajar matematikan tingkat berat dan gangguan konseptual dalam belajar yang berkaiatan dengan unsur kuantitas sering disebut ” diskalkulia” . Diskalkulia menurut Sunardi ( 1988 : 63) diikuti oleh gejala-gejala;
”(1) sering sulit membedakan tanda-tanda dalam hitungan (2) sering sulit mengoperasikan hitungan atau bilangan (3) sering salah membilang(4) sulit membedakan angka yang mirip misalnya 6 dan 9, 17 dan 71”.

Anak diskalkulia sering membuat kekeliruan. Sedangkan menurut Robert dikutip oleh Munawir ( 1993:35) adalah :
”kesalahan operasi, misalnya harusnya mengurangkan tapi dijumlahkan, kesalahan hitungan, artinya menggunakan operasi bilangan betul tapi hasilnya salah dan yang terakhir adalah kesalahan rumus”.

Kecemasan matematika juga dialami oleh anak diskalkulia. Kecemasan matematika itu sendiri oleh oleh Zakiah Darajat (1985:75)dikatakan bahwa : ”pengaruh kecemasan siswa dalam menghadapi pelajaran matematika terhadap pikiran memang besar sekali, diantaranya yang tidak bisa konsentrasi tentang pelajaran, kemampuan berpikir menurun sehingga siswa seolah-olah merasa tidak cerdas”.
Timbulnya masalah belajar matematika pada anak diskalkulia pada tingkat sekolah sekolah dasar juga dapat dipengaruhi oleh cara mengajar guru, yang membuat siswa merasa bosan dan tidak memusatkan perhatian pada pelajaran. Kondisi badan siswa pun harus sehat. Karena dalam belajar diperlukan kondisi tubuh yang sehat. Bila kesehatan menurun , maka daya tangkap pun menurun. Siswa yang tidak mampu menyerap materi akan merasa takut dan cemas bila dia ditunjuk dan tidak menjawab pertanyaan guru.
Kekeliruan-keliruan dalam belajar matematika pada anak diskalkulia pada disebabakan oleh kecemasan sangat berpengaruh pada prestasi belajar matematika siswa tersebut. Hasil belajar adalah merupakan output dari proses kegiatan belajar. Hasil belajar ini biasanya dinyatakan dalam bentuk angka. Angka yang diperoleh dari kegiatan belajar inilah yang disebut prestasi belajar.

PENUTUP

Prestasi belajar matematika anak diskalkulia diantaranya dipengaruhi oleh faktor psikologi yaitu kecemasan terhadap pelajaran matematika. Berdasarkan hasil tersebut, ada saran yang bisa dijadikan pertimbangan yaitu, antara lain ; di sejumlah sekolah dasar, terdapat siswa yang karena suatu hal membutuhkan perhatian dan penanganan tertentu agar dapat menyerap pelajaran matematika seoptimal mungkin. Sejumlah siswa tersebut dapat dikategorikaan anak kesulitan belajar matematika ( diskalkulia) yang perlu penangan khusus sehingga dapat memperoleh prestasi belajar yang diharapkan.
Bagi orangtua, keterlibatan orangtua dalam meningkatkan prestasi belajar matenmatika siswa sangat penting sebagai penyedia sarana dan prasarana dan sebagai pelindung secara psikologis siswa.
Hendaknya siswa menghindari ketegangan yang dapat mempengaruhi prestasi belajar matematika dan berusaha memecahkan soal matematika, serta menanamkan bahwa matematika bukanlah pelajaran yang rumit.
















DAFTAR PUSTAKA

Moh. Saleh Muntasir, (1983 ), Mental Hygiene, Surakarta : FKIP-UNS
Munawir Yusuf, (1993), Spesific Learning Disability (Suatu tantangan
baru dalam pendidikan luar biasa), Surakarta : JRR no 4 th, 2-1993
Sumadi suryabrata, (1983), Psikologi Kepribadian, Jakarta : Rajawali
Sunardi, ( 1993 ), Diktat Kesulitan Belajar Matematika Konsep assesment
dan penanganannya, Surakarta : FKIP-US
Zakiah Daradjat , (1985), Kesehatan Mental, Jakarta : Gunung Agung
CIRI-CIRI SERAMA


Secara gampangnya ayam serama berbentuk kecil mungil, jinak berdiri tegak dan gagah. Bagi penghobies, berikut ini sedikit tips memilih ayam serama yang bagus.
Pertama, kepala harus proposional dengan tubuhnya, jangan terlalu kecil maupun terlalu besar disbanding tubuhnya. Kepala menjorok kebelakang hingga menempel ekor penjangnnya hingga membentuh leter S. jenggernyapun berwarna merah dan sangat cerah, paruh yang pendek dan sangat kuat, telinga yang kecil, dan matanya agak keluar.
Kedua, leher agak ditari kebelakang sehingga ayam kelihatan membusungkan dadanya dan bulu leher yang condong kebawah, besar serta menutupi bahu.
Ketiga, ekor tegak lurus keatas yang terlihat kuat dan kokoh, dan bulu-bulu ekor yang lebar dan melebihi kepala ayam dan ada dua bulu yang mirip seperti pedang.
Keempat, sayap yang panjang menjuntai tegak lurus sampai lantai sehingga menutupi kaki ayam
Kelima, dada ayam serama seharusnya membusung lebar kesamping dan kedepan melebihi garis vertical bila kita mengukurnya dari paruh.
Keenam, kaki tidak boleh bengkok dan harus sejajar, proporsional, paha yang agak kecil dan gemuk, tulangnya kering berukuran pendek dan tersusun rapi. Kaki yang besar/terlalu pendek/terlalu tebal/ kaki yang terlalu kurus juga kurang bagus.
Gampangnya ada beberapa bentuk ayam serama baik itu ukurannya. Bentuk-bentuk ayam serama terbagi menjadi beberapa antara lain: Tipe Slim. Tipe ini badannya tipis dan langsing dengan ukuran yang cukup tinggi karena kaki dan lehernya cukup panjang, bulu tipis. Tipe apel. Bentuk tubuhnya yang lebar disbanding tingginya, kelihatan seperti cebol dan berbentuk bulat, mempunyai dada yang super busung dan lebar. Dan masih banyak tipe yang lain dari serama seperti tipe bola (ball), tipe ideal.
Dari ciri-ciri diatas silahkan penghobis memilih dan memilah ayam serama yang baik dan berkualitas untuk dikembang biakkan atau diternakkan untuk sekedar hobi maupun untuk menambah kocek di dompet. By ANDIT DH. Karang Jati. Singosari

AYAM SERAMA

Secara gampangnya ayam serama berbentuk kecil mungil, jinak berdiri tegak dan gagah. Bagi penghobies, berikut ini sedikit tips memilih ayam serama yang bagus.
Pertama, kepala harus proposional dengan tubuhnya, jangan terlalu kecil maupun terlalu besar disbanding tubuhnya. Kepala menjorok kebelakang hingga menempel ekor penjangnnya hingga membentuh leter S. jenggernyapun berwarna merah dan sangat cerah, paruh yang pendek dan sangat kuat, telinga yang kecil, dan matanya agak keluar.
Kedua, leher agak ditari kebelakang sehingga ayam kelihatan membusungkan dadanya dan bulu leher yang condong kebawah, besar serta menutupi bahu.
Ketiga, ekor tegak lurus keatas yang terlihat kuat dan kokoh, dan bulu-bulu ekor yang lebar dan melebihi kepala ayam dan ada dua bulu yang mirip seperti pedang.
Keempat, sayap yang panjang menjuntai tegak lurus sampai lantai sehingga menutupi kaki ayam
Kelima, dada ayam serama seharusnya membusung lebar kesamping dan kedepan melebihi garis vertical bila kita mengukurnya dari paruh.
Keenam, kaki tidak boleh bengkok dan harus sejajar, proporsional, paha yang agak kecil dan gemuk, tulangnya kering berukuran pendek dan tersusun rapi. Kaki yang besar/terlalu pendek/terlalu tebal/ kaki yang terlalu kurus juga kurang bagus.
Gampangnya ada beberapa bentuk ayam serama baik itu ukurannya. Bentuk-bentuk ayam serama terbagi menjadi beberapa antara lain: Tipe Slim. Tipe ini badannya tipis dan langsing dengan ukuran yang cukup tinggi karena kaki dan lehernya cukup panjang, bulu tipis. Tipe apel. Bentuk tubuhnya yang lebar disbanding tingginya, kelihatan seperti cebol dan berbentuk bulat, mempunyai dada yang super busung dan lebar. Dan masih banyak tipe yang lain dari serama seperti tipe bola (ball), tipe ideal.
Dari ciri-ciri diatas silahkan penghobis memilih dan memilah ayam serama yang baik dan berkualitas untuk dikembang biakkan atau diternakkan untuk sekedar hobi maupun untuk menambah kocek di dompet. ANDIT DH. Karang Jati. Singosari