KOTAK OPINI

Senin, 22 Oktober 2012

KEPALA SEKOLAH



                            Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Pendidikan

            Sekolah adalah lembaga yang bersifat kompleks dan unik. Bersifat kompleks karena sekolah sebagai organisasi didalamnya terdapat berbagai dimensi yang satu sama lain saling berkaitan dan salaing menentukan. Sifatnya unik menunjukkan sekolah sebagai organisasi memiliki ciri-ciri tertentu yang tidak bisa dimiliki oleh sekolah lain. Ciri-ciri yang menempatkan sekolah memiliki karakter tersendiri, di mana terjadi proses belajar mengajar, tempat terselenggaranya pembudayaan kehidupan umat manusia. Karena kompleks dan unik tersebutlah memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi. Keberhasilan sekolah adalah wujud dari kepemimpinan seorang kepala sekolah.

1.      Kepemimpinan Pendidikan
Kepemimpinan adalah setiap tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk mengkoordinasi dan memberi arah kepada individu atau kelompok yang tergabung dalam wadah tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan yang  telah ditetapkan sebelumnya (Danim : 2003). Pemimpin formal adalah orang tang oleh lembaga tertentu ditunjuk sebagai pemimpin, berdasarkan keputusan dan pengangkatan resmi untuk memangku suatu jabatan dalam struktur organisasi, dengan segala hak dan kewajibannya yang berkaitan dengannya untuk mencapai sasaran organisasi (Kartono:2010).
Dengan demikian kepemimpinan pendidikan adalah kemempuan seseorang yang telah dipilih dan diberikan tanggung jawab untuk mengorganisasikan sebuah lembaga dalam kemampuannya untuk mempengaruhi dan menggerakkan individu atau kelompok untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan secara bersama-sama.
      Pengertian diatas dapat dilihat unsur-unsur yang harus dipenuhi dalam kepemimpinan pendidikan yaitu adanya pengikut, tujuan yang akan dicapai, dan adanya kegiatan mempengaruhi.

2.      Tipe dan Gaya Kepemimpinan Pendidikan.
Pemimpin itu mempunyai sifat, kebiasaan, temperamen, watak dan kepribadian sendiri yang unik dan khas sehingga tingkah laku dan gayanya yang membedakan dirinya dan orang lain. Gaya hidup dari seseorang akan mempengaruhi kepemimpinandengan beberapa tipe yaitu (a) tipe pembelot; (b) tipe birokrat; (c) tipe misionaris; (d) Tipe pembangun; (e) Tipe otokrat; (f) Otokrat yang bijak; (g) Tipe Kompromis; (h) Tipe eksekutif

3.      Peran Kepala Sekolah.
Pihak sekolah dalam menggapai visi dan misi pendidikan perlu ditunjang oleh kemampuan kepala sekolah dalam menjalankan roda kepemimpinannya. Dalam pelaksanaanya pekerjaan kepala sekolah merupakan pekerjaan yang berat yang menuntut kemampuan ekstra, apalagi memimpin sekolah yang berlabel Sekolah Luar Biasa. Dengan demikian dalam paradigma baru manajemen pendidikan kepala sekolah sedikitnya harus mampu berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator, dan motivator. Perspektif kedepan mengisyaratkan seorang kepala sekolah harus mampu berperan sebagai figur dan mediatorbagi perkembangan masyarakat dan lingkungannya (Mulyasa : 2006)

a          Kepala Sekolah Sebagai Edukator (Pendidik)
Kepala sekolah sebagai edukator harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan disekolahnya, menciptakan iklim sekolah yang kondusif, memberikan nasihat kepada warga sekolah, memberikan dorongan kepada seluruh tenaga kependidika, serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik. Kepala sekolah harus berusaha menanamkan, memajukan dan meningkatkan empat pilar yaitu pembinaan mental, moral, fisik, dan artistik (Mulyasa : 2006). Kepala sekolah sebagai edukator harus memiliki kemampuan dalam pengorganisasian sekolah antara lain :
1.      Kemampuan membimbing guru terutama dalam hal-hal yang berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaan program pembelajaran, penilaian hasil belajar peserta didik, analisis hasil penilaian belajar dan layanan bimbingan konseling, serta pegembangan program pengayaan dan perbaikan.
2.      Kemempuan membimbing tenaga kependidikan non guru dalam penyusunan program kerja.
3.      Kemampuan membimbing peserta didik.
4.      Kemampuan mengembangkan tenaga kependidikan berkaitan dengan pemberian kesempatan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan secara teratur, MGMP, KKG, seminar
5.      Kemampuan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
6.      Kemampuan memberi contoh model pembelajaran dan bimbingan konseling yang baik.

b          Kepala Sekolah Sebagai Manajer
Kepala sekolah sebagai manajer dengan ketangkasan dan ketrampilan yang dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Manajemen pada hakikatnya merupakan suatu proses merencanakan mengorganisasikan, melaksanakan, memimpin, dan mengendalikan usaha para anggota organisasi serta mendayagunakan seluruh sumber-sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Mulyasa : 2006).
Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerjasama atau kooperatif, pemberian kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah, dengan tidak mengesampingkan bahwa kepala sekolah tetap berpedoman pada asas tujuan, asas keunggulan asas mufakat, kesatuan dan persatuan, asas keakraban dan asas integritas.

c         Kepala Sekolah Sebagai Administrator
Kepala sekolah sebagai administrator memiliki hubungan yang erat dengan berbagai aktifitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan, penyusunan dan pendokumenan seluruh program sekolah.
Kemampuan mengelola kurikulum harus diwujudkan dalam penyusunan kelengkapan data administrasi pembelajaran, penyusunan kelengkapan data administrasi kegiatan praktikum, dan penyusunan kelengkapan data administrasi kegiatan belajar peserta didik
Kemampuan mengelola dalam penyusunan data administrasi peserta didik, penyusunan data administrasi kegiatan ekstrakurikuler, dan penyusunan kelengkapan data administrasi hubungan sekolah dengan orang tua peserta didik, kemampuan dalam mengelola admministrasi sarana dan prasarana.
Kemampuan mengelola administrasi personalia dalam pengembangan kelengkapan  data administrasi tenaga guru, serta pengembangan kelengkapan data seperti perpustakaan, laporan,  pegawai tata usaha, penjaga sekolah maupun teknisi juga kemampuan seorang kepala sekolah dalam pengembangan data administrasi surat masuk dan keluar, surat keputusan dan surat edaran   

           Kepala Sekolah Sebagai Supervisor
Kegiatan utama pendidikan disekolah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan pembelajaran, sehingga seluruh aktifitas organisasi sekolah bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektifitas pembelajaran. Untuk mengetahui sejauh mana guru mampu melaksanakan pembelajaran, secara berkala kepala sekolah perlu melaksanakan kegiatan supervisi, yang dapat dilakukan melalui kegiatan kunjungan kelas untuk mengamati proses pembelajaran secara langsung, terutama dalam pemilihan dan penggunaan metode, media yang digunakan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
Salah satu tugas kepala sekolah adalah supervisor yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan (Mulyasa:2006). Dari hasil supervisi ini, dapat diketahui kelemahan sekaligus keunggulan guru dalam melaksanakan pembelajaran, tingkat penguasaan kompetensi guru yang bersangkutan–, selanjutnya diupayakan solusi, pembinaan dan tindak lanjut tertentu sehingga guru dapat memperbaiki kekurangan yang ada sekaligus mempertahankan keunggulannya dalam melaksanakan pembelajaran.
Jones dkk, sebagaimana disampaikan oleh Sudarwan Danim (2002) mengemukakan bahwa “ menghadapi kurikulum yang berisi perubahan-perubahan yang cukup besar dalam tujuan, isi, metode dan evaluasi pengajarannya, sudah sewajarnya kalau para guru mengharapkan saran dan bimbingan dari kepala sekolah mereka”. Dari ungkapan ini, mengandung makna bahwa kepala sekolah harus betul-betul menguasai tentang kurikulum sekolah sehingga kepala sekolah dapat memberikan saran dan bimbingan kepada guru.

e        Kepala Sekolah Sebagai Leader
Gaya kepemimpinan kepala sekolah seperti apakah yang dapat menumbuh-suburkan kreativitas sekaligus dapat mendorong terhadap peningkatan kompetensi guru. Dalam teori kepemimpinan setidaknya kita mengenal dua gaya kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang berorientasi pada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada manusia. Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru, seorang kepala sekolah dapat menerapkan kedua gaya kepemimpinan tersebut secara tepat dan fleksibel, disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan yang ada. Kendati demikian menarik untuk dipertimbangkan dari hasil studi yang dilakukan Bambang Budi Wiyono (2000) bahwa ethos kerja guru lebih tinggi ketika dipimpin oleh kepala sekolah dengan gaya kepemimpinan yang berorientasi pada manusia.
Kepemimpinan seseorang sangat berkaitan dengan kepribadian dan kepribadian kepala sekolah sebagai pemimpin akan tercermin dalam sifat-sifat sebagai barikut : (1) jujur; (2) percaya diri; (3) tanggung jawab; (4) berani mengambil resiko dan keputusan; (5) berjiwa besar; (6) emosi yang stabil, dan (7) teladan (Mulyasa: 2003).
f.       Kepala Sekolah Sebagai Inovator
Kepala sekolah dalam melakukan peran dan fungsinya sebaga inovator dituntut memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan, mencari gagasan baru, mengintegrasikan setiap kegiatan, memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di sekolah dan mengembangkan model pembelajaran yang inovatif. Kepala sekolah sebagai inovator akan tercermin dari cara-cara ia melakukan pekerjaannya secara konstruktif, kreatif, delegatif, integratif, rasional dan obyektif, keteladanan, disiplin, dan fleksibel (Mulyasa:2006)
Dengan demikian kepala sekolah sebagai inovator harus mampu mencari, menemukan, dan melaksanakan berbagai pembaharuan disekola
  
        Kepala Sekolah Sebagai Motifator
Peran kepala sekolah sebagai motivator dalam memberikan motivasi dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik, pengaturan suasana kerja, disiplin dorongan, penghargaan secara efektif dan penyediaan berbagai sumber belajar.
Prinsip-prinsip dalam memotivasi guru dalam meningkatkan profesionalismenya (a) kegiatan yang dilakukan harus menarik dan menyenangkan; (b) tujuan kegiatan disusun dngan jelas dan diinformasikan kepada guru sehingga tenaga kependidikan mengetahui tujuan dan dapat juga dilibatkan dalam penyusunan tujuan; (c) Tenaga kependidikan harus mengetahui setiap informasitentang hasil dari setiappekerjaan; (d) Usahakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kependidikan dengan memperhatikan kondisi fisik, selalu memperhatikan mereka dan memberikan penghargaan; (e) pemberian reward lebih baik daripada hukuman, namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar