Guru Yang Baik
Secara umum guru harus
memiliki dua kategori yaitu capability
dan loyality. Capability yakni guru
itu harus memiliki kemampuan dalam bidang ilmu yang diajarkannya, memiliki
kemampuan teoritik tentang mengajar yang baik. Pendek kata: guru memiliki
kemampuan mulai dari perencanaan, implementasi sampai evaluasi. Loyality (memiliki loyalitas keguruan),
yakni loyal terhadap tugas-tugas keguruan baik di dalam kelas maupun di luar
kelas.
Gilbert H. Hunt dalam bukunya Effective Teaching menyatakan bahwa guru
yang baik itu harus memenuhi tujuh kriteria (Hunt, 1999: 15-16), yaitu:
1. Sifat;
Guru yang baik harus memiliki sifat-sifat antusias, stimulatif, mendorong
siswa untuk maju, toleran, sopan, bijaksana, pekerja keras dan berorientasi
pada tugas. Disamping itu harus mamiliki sikap bisa dipercaya, fleksibel, mudah
beradaptasi, demokratis, penuh harapan bagi siswa, tidak semata mencari
reputasi pribadi, mampu mengatasi stereotipe siswa, bertanggung jawab terhadap
kegiatan belajar siswa, mampu menyampaikan perasaannya dan memiliki pendengaran
yang baik.
2. Pengetahuan; Guru yang baik harus memiliki
pengetahuan yang memadai dalam mata pelajaran yang diampunya, dan terus
mengikuti kemajuan dalam bidang ilmunya itu.
3. Apa
yang disampaikan; Guru
yang baik mampu memberikan jaminan bahwa materi yang disampaikan mencakup semua
unit bahasan yang diharapkan siswa secara maksimal.
4. Bagaimana
mengajar; Guru yang baik
mampu menjelaskan informasi secara jelas, memberikan layanan yang vareatif,
menciptakan dan memelihara momentum, menggunakan kelompok kecil secara efektif,
mendorong semua siswa untuk berpartisipasi, memonitor dan bahkan sering
mendatangi siswa. Di samping itu guru yang baik berupaya memonitor tempat duduk
siswa, senantiasa melakukan formatif test dan post test, melibatkan siswa dalam
tutorial atau pengajaran sebaya. Dalam hal lain menggunakan kelompok besar
untuk pengajaran instructional, menghindari kesukaran yang komplek dengan
menyederhanakan sajian informasi. Sebelum memberikan materi pelajaran
menunjukkan tentang pentingnya bahan-bahan yang mereka pelajari dan
menunjukkan proses berpikir dalam belajar. Dalam proses belajar berpartisipasi dan mampu memberikan perbaikan
terhadap kesalahan konsepsi yang dilakukan oleh siswa.
5. Harapan; Guru yang baik mampu memberikan harapan
pada siswa, mampu membuat siswa akuntabel dan mendorong partisipasi orang tua
dalam memajukan kemampuan akademik
siswanya.
6.
Reaksi guru terhadap siswa; Guru yang baik mampu bisa menerima
berbagai masukan risiko dan tantangan. Guru selalu memberikan dukungan pada
siswanya konsisten dalam kesepakatan–kesepakatan dengan siswanya, bijaksana
terhadap kritik siswa, menyesuaikan diri dengan kemajuan-kemajuan siswa,
pengajaran yang memperhatikan individu. Mampu memberikan jaminan atas
kesetaraan partisipasi siswa, memberikan kesempatan siswa bertanya, cepat memberikan umpan balik
bagi siswa dalam belajar. Guru peduli dan sensitif terhadap perbedaan latar
belakang sosial ekonomi dan kultur siswa.
7.
Managemant; guru
yang baik juga harus mampu menunjukkan keahlian dalam perencanaan, memiliki
kemampuan mengorganisasi kelas, mampu memelihara waktu, dan dapat mengatasi
gangguan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar