A. TUNA LARAS
1.
Identifikasi Anak.
Tujuan
Identifikasi adalah
·
Untuk menghimpun informasi apakah seorang anak
mengalami kelainan/penyimpangan.
·
Untuk penyusunan progam pembelajaran sesuai
dengan kemampuan dan ketidakmampuannya.
·
Untuk mengetahui klasifikasi anak
tunalaras
Ada beberapa cara yang bisa dilukan untuk mengenali/mengidentifikasi
anak tuna laras
·
Psikotes. Dengan psikotes dapat
diteetapkan latar belakang gangguan, missal apakah kematangan social anak cukup
berkembang. Kematangan social, gangguan emosi sikap dan kecerdasan Nampak pada
tes kepribadian khususnya pada test proyektif. Dalam tes ini anak dihadapkan
pada gambar dsb, yang harus ditafsirkan, diberi komentar dengan memakai skala
yang sudah ditentukan. Test proyektif ada beberapa macam antara lain tes
rorchach, thematic apperception test, tes gambar orang, dispert fable tes.
·
Sosiometri. Caranya dengan menanyakan
kepada anggota kelompoknya siapa anggota kelompoknya yang mereka sukai, setiap
anggota memilih menurut pilihannya sendiri. Anggota yang tidak disukai/dibenci
mungkin merupakan anak tunalaras.
Anak dengan hambatan emosional atau
kelainan perilaku, apabila menunjukkan adanya satu atau lebih dari lima
komponen berikut:
- Tidak mampu belajar bukan disebabkan karena factor intelektual, sensori atau kesehatan.
- Tidak mampu untuk melakukan hubungan baik dengan teman-teman dan guru-guru.
- Bertingkah laku atau berperasaan tidak pada tempatnya.
- Secara umum mereka selalu dalam keadaan pervasive dan tidak menggembirakan atau depresi.
- Bertendensi kea rah symptoms fisik: merasa sakit atau ketakutan berkaitan dengan orang atau permasalahan di sekolah
Berikut
identifikasi anak yang mengalami kelainan tingkah laku dan social :
- Bersikap membangkang,
- Mudah terangsang emosinya,
- Sering melakukan tindakan aggresif,
- Sering bertindak melanggar norma sosial/norma susila/hukum
Kebutuhan
dalam pembelajaran anak tuna laras setelah identifikasi hendaknya memperhatikan
:
·
Perlu
adanya penataan lingkungan yang kondusif (menyenangkan) bagi setiap anak.
·
Kurikulum
hendaknya disesuaikan dengan hambatan dan masalah yang dihadapi oleh setiap
anak.
·
Adanya
kegiatan yang bersifat kompensatoris sesuai dengan bakat dan minat anak.
·
Perlu
adanya pengembangan akhlak atau mental melalui kegiatan sehari-hari, dan contoh
dari lingkungan.
CONTOH ALAT IDENTIFIKASI LUNALARAS
INFORMASI PERKEMBANGAN ANAK
(Diisi oleh Orang tua)
Petunjuk :
Isilah daftar berikut pada kolom yang tersedia sesuai dengan
kondisi anak yang sebenarnya. Jika ada yang kurang jelas, konsultasikan kepada
guru kelas tempat anak Bapak/Ibu bersekolah.
A. Identitas Anak :
1.
Nama :
..............................................
2.
Tempat dan tanggal lahir/umur :
..............................................
3.
Jenis kelamin :
..............................................
4.
Agama :
..............................................
5.
Status anak :
..............................................
6.
Anak ke dari jumlah saudara :
..............................................
7.
Nama sekolah :
..............................................
8.
Kelas :
..............................................
9.
Alamat :
..............................................
B.
Riwayat Kelahiran :
1.
Perkembangan masa kehamilan :
..............................................
2.
Penyakit pada masa kehamilan :
..............................................
3.
Usia kandungan :
..............................................
4.
Riwayat proses kelahiran :
..............................................
5.
Tempat kelahiran :
..............................................
6.
Penolong proses kelahiran :
..............................................
7.
Gangguan pada saat bayi lahir :
..............................................
8.
Berat bayi :
..............................................
9.
Panjang bayi :
..............................................
10.
Tanda-tanda kelainan pada bayi :
..............................................
C.
Perkebangan Masa Balita :
1.
Menetek ibunya hingga umur :
...................................................
2.
Minum susu kaleng hingga umur :
...................................................
3.
Imunisasi (lengkap/tidak) :
..................................................
4.
Pemeriksaan/penimbangan rutin/tdk :
..............................................
5.
Kualitas makanan
: ..................................................
6.
Kuantitas makan
:
..................................................
7.
Kesulitan makan (ya/tidak) :
..................................................
D.
Perkembangan Fisik :
1.
Dapat berdiri pada umur :
....................................................
2.
Dapat berjalan pada umur :
....................................................
3.
Naik sepeda roda tiga pada umur :
...................................................
4.
Naik sepeda roda dua pada umur :
....................................................
5.
Bicara dengan kalimat lengkap :
....................................................
6.
Kesulitan gerakan yang dialami :
....................................................
7.
Status Gizi Balita (baik/kurang) :
....................................................
8.
Riwayat kesehatan (baik/kurang) :
....................................................
9.
Penggunaan tangan dominan :
………………………...............
E. Perkembangan
Bahasa :
1.
Meraba/berceloteh pada umur :
.................................................
2.
Mengucapkan satu suku kata yang bermakna kalimat (mis. Pa berarti bapak) pada
umur :
3. Berbicara dengan satu kata bermakna pada umur : ..........................
4.
Berbicara dengan kalimat lengkap sederhana pada umur : …………….
F. Perkembangan
Sosial :
5.
Hubungan dengan saudara :
.............................................................
6.
Hubungan dengan teman :
.............................................................
7.
Hubungan dengan orangtua :
.............................................................
8.
Hobi
: .............................................................
9.
Minat khusus :
.............................................................
G. Perkembangan
Pendidikan :
1.
Masuk TK umur :
.............................................................
2.
Lama Pendidikan di TK :
.............................................................
3.
Kesulitan selama di TK :
.............................................................
4.
Masuk SD umur :
.............................................................
5.
Kesulitan selama di SD :
.............................................................
6.
Pernak tidak naik kelas :
..............................................................
7.
Pelayanan khusus yang pernah diterima anak: ...................................
8.
Prestasi belajar yang dicapai :
............................................................
9.
Mata Pelajaran yang dirasa paling sulit
: .........................................
10.
Mata Pelajaran yang dirasa paling disenangi :
....................................
11.
Keterangan lain yang dianggap perlu : ................................................
ALAT
IDENTIFIKASI ANAK TUNA LARAS
Nama Sekolah :
Kelas :
Diisi
tanggal :
Nama Petugas :
Guru Kelas :
|
No.
|
Pengamatan
|
Tingkat
Perilaku
|
|||||
|
Tidak
Sama
sekali
|
sedikit
|
Agak
banyak
|
Sangat
banyak
|
||||
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
|
Tidak pernah diam atau terlalu
aktif
Mudah diganggu perhatinnya,
implusif
Menggangu anak lain
Tidak dapat menyelesaikan
pekerjaan yang telah dimulainya, daya perhatian pendek
Tidak memperhatikan, mudah
merangsang
Keinginan harus segera terpenuhi,
mudah frustasi
Mudah dan sering menangis
Terus menerus gelisah
Jiwanya mudah berubah secara
drastis
Marah meluap-luap, eksplosif
perilaku tidak terduga
Mudah terangsang
emosimya/emosional
Menentang otoritas
Sering bertindak melanggar norma
sosial/norma susila/hukum dan agama
|
||||||

Tidak ada komentar:
Posting Komentar