
Definisi
Anak Disgrafia, disgrafia
mengacu kepada anak yang mengalami hambatan dalam menulis meskipun ia tidak mengalami
gangguan dalam motoriknya, visualnya, dan intelegensinya normal, bahkan ada
yang di atas rata-rata.
Hambatan
ini juga bukan diakibatkan oleh masalah-masalah ekonomi dan sosial.
·
Penanganan
mengamati
hal berikut ini: posisi duduk, cara memegang alat tulis, posisi kertas/buku,
konsistensi tangan yang digunakan untuk menulis, kondisi emosi, motivasi,
perilaku menolak untuk menulis.
Pola-pola
kesalahan dalam menulis
Formasi
huruf, ukuran huruf, posisi huruf dengan garis batas, spasi, kualitas garis, kecepatan
menulis.
Catat
dalam format
Nama:
Kelas:
Usia:
Tanggal:
|
No
|
Pola/Bentuk
Kesalahan
|
Keterangan
|
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
|
posisi
duduk,
cara
memegang alat tulis,
posisi
kertas/buku,
konsistensi
tangan yang digunakan untuk menulis,
kondisi
emosi,
motivasi,
perilaku
menolak untuk menulis.
Formasi
huruf,
ukuran
huruf,
posisi
huruf dengan garis batas,
spasi,
kualitas
garis,
kecepatan
menulis.
Tulisan
tidak terbaca oleh orang lain dan dirinya sendiri
|
Faktor Kesiapan Menulis, Menulis membutuhkan
kemampuan kontrol muskular, koordinasi mata –tangan, dan diskriminasi visual.
- Contoh aktivitas yang mendukung kontrol muskular: melatih otot gerak atas,menggunting, mewarnai gambar, finger painting dan tracing.
- Kegiatan koordinasi mata – tangan seperti: membuat lingkaran dan menyalin bentuk-bentuk geometri.
- Pengembangan diskriminasi visual dapat dilakukan dengan kegiatan membedakan bentuk, ukuran, dan detailnya sehingga anak menyadari bagaimana cara menulis suatu huruf.
Aktifitas
lain yang mendukung :
- Kegiatan yang memberikan kerja aktif dari pergerakan otot bahu, lengan atas – bawah, dan jari.
- Menelusuri bentuk geometri dan barisan titik.
- Menyambungkan titik.
- Membuat garis horizontal dari kiri ke kanan.
- Membuat garis vertikal dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas.
- Membuat bentuk-bentuk lingkaran dan kurva.
- Membuat garis miring secara vertikal.
- Menyalin bentuk-bentuk sederhana
- Membedakan bentuk huruf yang mirip dan huruf yang bunyinya hampir sama.
Huruf
Cetak atau Lepas :
- Guru/ORTU memperlihatkan sebuah huruf yang akan ditulis
- Guru/ORTU mengucapkan dengan jelas nama huruf dan arah garis untuk membuat huruf itu.
- Siswa/anak menelusuri huruf itu dengan jarinya sambil mengucapkan dengan jelas arah garis untuk membuat huruf itu.
- Siswa/anak menelusuri garis tersebut dengan pensilnya.
- Siswa/anak menyalin contoh huruf itu di kertas/bukunya.
- Jika cara ini sudah dikuasai siswa maka langsung dilanjutkan dengan menyambungkan titik yang dibentuk menjadi huruf tertentu. Sampai akhirnya siswa mampu membuat huruf dengan baik tanpa dibantu. Tahap selanjutnya adalah menulis kata dan kalimat.
Pengembangan
Kemampuan Menulis Huruf Lepas
·
Menyalin
huruf/angka dengan bantuan tanda panah sebagai petunjuk arah menulis
·
Menulis
huruf di antara garis huruf model
·
Menulis
huruf pada kertas berpetak
·
Menyambungkan
titik/garis putus-putus yang berbentuk huruf
·
Menulis
huruf di kertas garis tiga
Huruf
Transisi. Maksud dari huruf transisi adalah huruf yang digunakan untuk melatih
siswa sebelum menguasai huruf sambung. Adapun langkah-langkah pengajarannya
sbb:
- Kata/huruf ditulis dalam bentuk lepas/cetak.
- Huruf yang satu dengan huruf yang lain disambungkan dengan titik-titik dengan menggunakan warna yang berbeda.
- Siswa menelusuri huruf dan sambungannya sehingga menjadi bentuk huruf sambung.
Huruf
Sambung. Untuk mengajarkan huruf sambung dapat menggunakan langkah-langkah
huruf lepas dan huruf transisi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar