A. ANAK AUTIS
1.
Identifikasi
Anak Autis
Autisme adalah suatu gangguan
perkembangan yang kompleks menyangkut komunikasi, interaksi social, kognisi,
dan aktifitas imajinasi, gejalanya mulai tampak sebelum anak berusia 3 tahun.
Sedangkan pada autisme infatil gejalanya mulai lahir
Istilah
indentifikasi dimaknai sebagai proses penjaringan, sedangkan asesmen dimaknai
sebagai penyaringan. Identifikasi anak dimaksudkan sebagai suatu upaya
seseorang (orang tua, guru, maupun tenaga kependidikan lainnya) untuk melakukan
proses penjaringan terhadap anak yang mengalami kelainan/penyimpangan (fisik,
intelektual, social, emosional/tingkah laku) dalam rangka pemberian layanan
pendidikan yang sesuai.
Salah
satu cara untuk mengidentifikasi anak autisme adalah dengan melihat gejala yang
muncul, sesuai dengan kriteria DSM IV (diagnosical Manual).
1.
Gangguan kualitatif dalam interaksi sosial yang timbal balik
- Tidak mampu menjalani interaksi social yang cukup memadai
- Tidak bisa bermain dengan teman sebaya
- Tidak empati
- Kurang mampu mengadakan hubungan social dan emosional yang timbal balik
2.
Gangguan kualitatif dalam bidang komunikasi
- Perkembangan terhambat atau sama sekali tidak berkembang
- Bila anak bisa bicara, maka bicaranya tidak dipakai untuk berkomunikasi
- Sering menggunakan bahasa aneh yang diulang-ulang
- Cara bermain kurang variatif, kurang imajinatif dan kurang dapat meniru
3.
Adanya suatu pola yang dipertahankan dan diulang-ulang dalam perilaku, minat
dan kegiatan
- Mempertahankan suatu minat atau lebih dengan cara yang khas dan berlebihan.
- Terpaku pada suatu kegiatan dan rutinitas yang tidak ada gunanya.
- Ada gerakan-gerakan aneh yang yang tidak ada gunanya.
- Seringkali sangat terpukau pada bagian-bagian benda.
ALAT
IDENTIFIKASI ANAK AUTIS
Nama Sekolah :
Kelas :
Diisi tanggal :
Nama GPK :
Guru Kelas :
|
Gejala
Yang Diamati
|
NAMA SISWA YANG DIAMATI (BERDASARKAN NOMOR URUT)
|
|||||||||||||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
9
|
10
|
11
|
12
|
13
|
14
|
15
|
16
|
Dst
|
||
|
1.
|
Anak Autis
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
a
|
Kesulitan mengenal dan merespon
dengan emosi dan isyarat sosial
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
b
|
Tidak bisa menunjukkan perbedaan
ekspresi muka secara jelas
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
c
|
Kurang
memiliki perasaan dan empati
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
d
|
ekspresi emosi yang kaku
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
e
|
Sering menunjukkan perilaku dan
meledak-ledaK
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
f
|
Menunjukkan perilaku yang bersifat
stereotip
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
g
|
Sulit untuk diajak berkomunikasi
secara verbal
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
h
|
Cevderung menyendiri
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
i
|
Sering mengabaikan situasi
disekelilingnya
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2.
Asesmen
Anak Autis
Asesmen merupakan suatu kegiatan
untuk melakukan pengamatan, analisis tugas, pemberian tes untuk menafsirkan,
mendeskripsikan tentang karakteristik seseorang, guna pengambilan keputusan
tentang pelayanan bagi individu yang bersangkutan. Asesmen ini dimaksudkan
untuk memahami keunggulan dan hambatan belajar siswa dan diharapkan program
yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan belajarnya. Manfaat Asesmen antara lain :
- Untuk mengetahui mengenai identitas anak autisme secara lengkap dan terinci.
- Untuk mengetahui tingkat kemampuan dan kebutuhan anak autism.
- Pedoman untuk mengklasifikasikan dan menyusun program-program kegiatan anak autism.
- Pedoman untuk penyusunan program dan strategi pembelajaran.
Berikut
ini beberapa tes yang dapat digunakan bagi anak autis :
- Tes CPM (the coloured progressive matrices) Tes ini khusus dipergunakan untuk mengetes anak berumur 5.5 – 11.0 tahun atau orang dewasa yang diperkirakan mengalami kelainan mental. Tes CPM ini terdiri atas 3 seri yaitu seri A, seri AB, dan seri B. tiap-tiap seri terdiri atas 12 soal. Tes ini berwarna dan dipergunakan untuk mengetes anak kecil dan anak-anak luar biasa/berkelainan. Bagi anak, tes ini dapat diungkap melalui:
-
Pengertian
akan bentuk
-
Pengertian
akan warna
-
Asosiasi
-
Ketelitian
-
Mencari
kelainan anak
Penilaian
dan pemberian sama dengan tes CPM. Perbedaannya tes ini diberikan secara
individual bukan secara klasikal. Penggunaan tes ini tidak hanya sekali saja
diberikan. Apabila di dalam penafsiran sementara tidak cocok, untuk memantapkan
harus diadakan re-tes dengan jarak waktu. Sebab mungkin anak belum dapat
menyesuaikan diri. Mungkin bahasa tester terlalu sukar bagi anak atau mungkin
suasana ruang tes kurang baik.
Syarat-syarat cara memberi tes CPM :
·
Pergunakan
bahasa yang sederhana dan cukup dimengerti anak, sesuaikan bahasa itu dengan
bahasa anak.
·
Jika
tes secara klasikal buku soal jangan dibagikan dulu sebelum keterangan tester
selesai di depan kelas. Formulir dibagikan terlebih dahulu.
·
Suasana
dibuat supaya tidak menakutukan bagi testee.
·
Perlakukan
testee sebagai orang yang tidak kita selidiki.
·
Beritahukan
apa maksud pemeberian tes itu (saya ingin tau bakat apa saja yang ada dlam diri
anda).
2. Tes WISC(Wechsler intelligence
scale for children)
Tes
ini diciptakan oleh Dr. Wechsler. Tes ini terdiri dari 2 macam yaitu
Wechsler intelligence scale for children (WISC) dan Wechsler adult
intelligence scale (WAIS). WISC digunakan untuk mengetes anak umur 5;00-15;11.
Sedangkan WAIS untuk mengetes anak umur 16;00-75;00. Tes Wechsler ini telah
dibakukan.
Dalam penelitian ini yang digunakan
adalah WISC karena anak yang menjadi subyek penelitian adalah anak SD. Tes ini
dipergunakan untuk mengecek anak-anak yang tidak terjangkit oleh angket
model A, B, C tetapi dengan tes SPM menunjukan tataran I, II + dan
atau II, serta anak yang terjaring dengan angket model A, B dan C tetapi
hasil tes SPM menunujukan dibawah tataran II.
Untuk
mengukur tingkat kecerdasan seorang anak paling sedikit harus diberikan kepada anak
yang dites lima subtes dari tiap-tiap kelompok. Adapun subtes yang boleh tidak
diteskan ialah kosa kata dari kelompok verbal tes dan kesesatan dari kelompok
performance test. Masing-masing subtes mempunyai tujuan untuk mengungkap
aspek-aspek kejiwaan testee. Materi tes WISC terdiri atas dua kelompok yaitu
verbal tes dan performance tes. Setiap kelompok terdiri atas subtes sebagai
berikut :
Kelompok verbal
· Information test. Pengetahuan umum,
orientasi umum. Untuk mengungkap apakah seorang anak dapat member keterangan
dari hal-hal yang diketahui.
· Comprehension test :
(pemahaman/general attitude). Untuk mengungkap pengertian umum dari anak atas
pengalaman atau pengertian yang dimilikinya.
· Arithmetic test : kecerdasan otak. Untuk
mengungkap pengertian, kecakapan berpikir dan ketepatan berpikir.
· Similarities test : persamaan. Untuk
mengungkap daya abstraksi, kesimpulan umum mencari unsure kesamaan dari dua
masalah atau subyek yang berbeda dan mengungkap pengertian umum atau
pengetahuan umum seorang anak dengan adanya dua hal yang mempunyai kesamaan
(analogi).
· Vocabulary test : kosakata. Untuk
mengungkap seberapa luas pengetahuan anak dalam masyarakat dan mengungkap
kecakapan anak mendefinisikan suatu perkataan.
· Digit span test : deretan angka. Untuk
mengungkap daya ingatan atau teknik mengingat anak setelah anak memiliki suatu
penangkapan atas pengetahuan yang didapat.
1. Perilaku
·
Prilakunya
sangat tidak wajar dan cenderung mengalihkan perhatian
·
Cenderung
“peka secara berlebihan” (suara, sentuhan, irama) terhadap stimulus lingkungan
juga kerap membuat anak berprilaku kurang menyebnangkan
2. Pemahaman
·
Anak
autis lebih merespon terhadap stimulus visual, sehingga interaksi dan uraian
verbal (apalagi yang panjang dalam bahasa yang rumit) akan sulit mereka pahami.
3. Komunikasi
·
Anak
autis sulit berekpresi diri
·
Sebagian
besar dari mereka, meskipun dapat berbicara namun menggunakan kalimat pendek
dan kosakata yang sederhana
4. Interaksi
• Permasalahan pada perkembangan
sosialnya
• Sulit berkomunikasi
• Tidak mampu memahami aturan-aturan
dalam pergaulan, sehingga biasanya anak autis tidak memiliki banyak teman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar