Dalam
konsepnya kurikulum bina diri sangat ideal sekali apabila faktor penentunya
sesuai dengan yang tercantum dalam
keharusan. Misalnya sekolah akan mampu menjabarkan standar kompetensi untuk
setiap satuan pendidikan apabila kepala sekolahnya adalah kepala sekolah yang
professional, yang mampu menjadi manajer pendidikan yang handal di sekolah yang
dipimpinnya, guru-gurunya mampu melaksanakan program yang telah dibuat
bersama-sama oleh tim. Tetapi apabila tanpa didukung oleh berbagai pihak maka
tidak akan terwujud menjadi kurikulum ideal yang diharapkan semua pihak. Dengan
mengetahui bahwa kurikulum sebagai acuan
pendidikan di sekolah, maka kurikulum bbina diri akan menghadapi permasalahan
apabila tidak terus menerus di kembangkan sesuai kebutuhan dan tuntutan jaman
yang menitik beratkan pada kemajuan ilmu pengetahuan, tekhnologi iman dan
taqwa. Permasalahan muncul dalam implementasinya sehingga memerlukan solusi
yang cepat, tepat dan efisien.
Problematika adalah suatu istilah
dalam bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Inggris, yaitu problem, yang
berarti soal atau masalah. Tim Penyusun Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
dalam buku yang berjudul “Kamus Besar Bahasa Indonesia” mengartikan bahwa
problem adalah masalah, persoalan.
Secara
umum masalah-masalah yang sering dihadapi dalam faktor kurikulum adalah:
a.
Terlalu padatnya program sehingga tidak terlaksananya tujuan dari program yang
direncanakan.
b.
Kurangnya jam pelajaran.
c.
Kurikulum yang ada tidak terorganisir dengan baik.
4.
Problem Pendidik
Problema
pendidik pada umumnya adalah pendidik yang kurang
profesional
sehingga dalam pembelajaran kurang bertanggung jawab
dalam
menjalankan tugasnya.
solusi
teknis, yakni solusi yang menyangkut hal-hal teknis yang berkait langsung
dengan pendidikan. Solusi ini misalnya untuk menyelesaikan masalah kualitas
guru dan prestasi siswa.
Maka,
solusi untuk masalah-masalah teknis dikembalikan kepada upaya-upaya praktis
untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan. Rendahnya kualitas guru,
misalnya, di samping diberi solusi peningkatan kesejahteraan, juga diberi
solusi dengan membiayai guru melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih
tinggi, dan memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru.
Rendahnya prestasi siswa, misalnya, diberi solusi dengan meningkatkan kualitas
dan kuantitas materi pelajaran, meningkatkan alat-alat peraga dan sarana-sarana
pendidikan, dan sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar