KOTAK OPINI

Kamis, 24 Januari 2013

PROBLEM KURIKULUM




              
                Dalam konsepnya kurikulum bina diri sangat ideal sekali apabila faktor penentunya sesuai dengan  yang tercantum dalam keharusan. Misalnya sekolah akan mampu menjabarkan standar kompetensi untuk setiap satuan pendidikan apabila kepala sekolahnya adalah kepala sekolah yang professional, yang mampu menjadi manajer pendidikan yang handal di sekolah yang dipimpinnya, guru-gurunya mampu melaksanakan program yang telah dibuat bersama-sama oleh tim. Tetapi apabila tanpa didukung oleh berbagai pihak maka tidak akan terwujud menjadi kurikulum ideal yang diharapkan semua pihak. Dengan mengetahui bahwa  kurikulum sebagai acuan pendidikan di sekolah, maka kurikulum bbina diri akan menghadapi permasalahan apabila tidak terus menerus di kembangkan sesuai kebutuhan dan tuntutan jaman yang menitik beratkan pada kemajuan ilmu pengetahuan, tekhnologi iman dan taqwa. Permasalahan muncul dalam implementasinya sehingga memerlukan solusi yang cepat, tepat dan efisien.
            Problematika adalah suatu istilah dalam bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Inggris, yaitu problem, yang berarti soal atau masalah. Tim Penyusun Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa dalam buku yang berjudul “Kamus Besar Bahasa Indonesia” mengartikan bahwa problem adalah masalah, persoalan.
Secara umum masalah-masalah yang sering dihadapi dalam faktor kurikulum adalah:
a. Terlalu padatnya program sehingga tidak terlaksananya tujuan dari program yang direncanakan.
b. Kurangnya jam pelajaran.
c. Kurikulum yang ada tidak terorganisir dengan baik.
4. Problem Pendidik
Problema pendidik pada umumnya adalah pendidik yang kurang
profesional sehingga dalam pembelajaran kurang bertanggung jawab
dalam menjalankan tugasnya.
solusi teknis, yakni solusi yang menyangkut hal-hal teknis yang berkait langsung dengan pendidikan. Solusi ini misalnya untuk menyelesaikan masalah kualitas guru dan prestasi siswa.
Maka, solusi untuk masalah-masalah teknis dikembalikan kepada upaya-upaya praktis untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan. Rendahnya kualitas guru, misalnya, di samping diberi solusi peningkatan kesejahteraan, juga diberi solusi dengan membiayai guru melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru. Rendahnya prestasi siswa, misalnya, diberi solusi dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas materi pelajaran, meningkatkan alat-alat peraga dan sarana-sarana pendidikan, dan sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar