KOTAK OPINI

Jumat, 11 Januari 2013

Sikap



Pengertian Sikap

Definisi sikap menurut Thurstone dalam Azwar (1988:3) adalah derajad afek positif atau afek negative yang dikaitkan dengan suatu obyek psikologi. Sikap adalah keadaan mental dan syaraf dari kesiapan, yang diatur melalui pengalaman yang memberikan pengaruh dinamik atau terarah terhadap respon indifidu pada semua obyek dan situasi yang berkaitan dengannya. Dari sini sikap dapat digambarkan sebagai  kecenderungan subyek merespon suka atau tidak suka terhadap suatu obyek. Dalam bahasan ini yang berperan sebagai subyek yaitu guru dan obyek yaitu pekerjaan yang diemban oleh para guru.
Sikap ini ditunjukkan dalam berbagai kualitas dan identitas yang berbeda dan bergerak secara kontinyu dari positif melalui areal netral kearah negative. Kualitas sikap digambarkan sebagai valensi positif menuju negatif, sebagai hasil penilaian terhadap obyek tertentu. Sedangkan intensitas sikap digambarkan dalam kedudukan ekstrim positif atau negatif. Kualitas dan intensitas sikap tersebut menunjukkan suatu prosedur pengukuran yang menempatkan sikap seseorang dalam suatu demensi evaluatif yang bipolar dari ekstrim positif menuju ke ekstrim negatif.
Berdasarkan uraian diatas dapat dipahami bahwa sikap merupakan bentuk evaluasi atau reaksi perasaan terhadap suatu obyek. Seseorang bersikap terhadap suatu obyek dapat diketahui dari evaluasi  perasaannya terhadap obyek tersebut. Evaluasi perasaan tersebut dapat berupa perasaan senang-tidak senang, memihak-tidak memihak, favorit-tidak favorit, positif-negatif.
Walgito (2001:114) mengemukakan tentang sikap dan cirri-ciri sikap sebagai berikut: “ Sikap adalah faktor yang ada dalam diri manusia yang dapat mendorong atau menimbulkan  perilaku tertentu. Adapun cirri-ciri sikap yaitu: tidak dibawa sejak lahir, selalu berhubungan dengan obyek sikap, dapat dituju pada satu obyek saja maupun tertuju paqa sekumpulan obyek-obyek, dapat berlangsung lama atau sebentar, dan mengandung faktor perasaan dan motivasi”.

              Komponen-Komponen Sikap
 
Walgito (2001:111) mengemukakan bahwa sikap mengandung tiga komponen yang membentuk struktur sikap, ketiga komponen sikap itu adalah komponen kognitif, afektif, dan konatif dengan uraian sebagai berikut:
1)      komponen kognitif (komponen perceptual), yaitu komponen yang berkaitan dengan pengetahuan, pandangan, keyakinan, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan bagaimana orang mempersepsi terhadap obyek sikap.
2)      komponen afektif (komponen emosional), yaitu komponen yang berhubungan dengan rasa senang atau tidak senang terhadap obyek sikap. Rasa senang merupakan hal yang positif, sedangkan rasa tidak senang adalah hal negatif.
3)      komponen konatif (komponen perilaku, atau action component), yaitu komponen yang berhubungan dengan kecenderungan bertindak atau berperilaku terhadap obyek sikap.
Perilaku yang nampak terhadap suatu obyek tertentu setidaknya bisa diramalkan melalui sikap yang diungkapkan oleh seseorang. Dalam arti bahwa sikap seseorang bisa menentukan tindakan dan perilakunya. Sikap kadang-kadang bisa diungkapkan secara terbuka melalui berbagai wacana atau percakapan, namun sering sikap ditunjukkan secara langsung. Sikap bisa muncul sebelum perilaku, tetapi bisa juga merupakan akibat dari perilaku sebelumnya.
Namun demikian, ada juga penelitian yang mengemukakan bahwa tidak adahubungan yang signifikan antara sikap dan perilaku. Atau dengan kata lain, sikap tidak selamanya menentukan perilaku yang timbul. Azwar (1988:15) menyatakan bahwa sampai saat ini belum ada kesepakatan yang jelas yang menyangkut hubungan antara sikap dan perilaku.
Uraian tentang komponen-komponen sikap tersebut, menegaskan bahwa sikap seorang guru terhadap keperjaan dapat tercermin dari kepercayaan, kepuasan, dan perilaku yang ditampilkan. Seorang guru yang memiliki sikap positif terhadap pekerjaan sudah barang tentu menampilkan suatu kepercayaan, kepuasan, dan perilaku yang positif terhadap pekerjaannya.
Kepercayaan guru terhadap pekerjaan akan tumbuh bilamana seorang guru memiliki kesesuaian antara pekerjaan dengan kemampuan. Profesi guru merupakan profesi yang amat membutuhkan keahlian. Pendidikan yang sesuai dengan pengalaman yang memadai merupakan faktor yang cukup menentukan keberhasilan menjadi seorang guru. Disamping kesesuaian pekerjaan dengan kemampuan, kesesuaian pekerjaan dengan minat merupakan faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan seorang guru terhadap pekerjaan. Kepercayaan yang tinggi terhadap pekerjaan akan tumbuh bilamana seorang guru memiliki minat yang tinggi untuk menjalani profesi sebagai guru.
Kepuasan guru terhadap pekerjaan akan tumbuh bilamana pekerjaan, gaji, peluang promosi, dan lingkungan kerja disekolah mampu memberikan rasa senang. Dengan pekerjaan yang membanggakan, gaji yang memadai, peluang promosi yang terbuka, dan lingkungan kerja yang kondusif  akan memberikan kepuasan bagi guru dalam menjalani profesinya.
Perilaku dari seorang guru dapat dilihat dalam bentuk tanggung jawab, etos kerja, disiplin dan kreativitasnya. Guru dapat dikategorikan berperilaku positif bilamana memiliki tanggung jawab, etos kerja, disiplin, dan kreativitas yang tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar