Pengertian
Sikap
Definisi sikap menurut Thurstone dalam Azwar (1988:3)
adalah derajad afek positif atau afek negative yang dikaitkan dengan suatu
obyek psikologi. Sikap adalah keadaan mental dan syaraf dari kesiapan, yang
diatur melalui pengalaman yang memberikan pengaruh dinamik atau terarah
terhadap respon indifidu pada semua obyek dan situasi yang berkaitan dengannya.
Dari sini sikap dapat digambarkan sebagai
kecenderungan subyek merespon suka atau tidak suka terhadap suatu obyek.
Dalam bahasan ini yang berperan sebagai subyek yaitu guru dan obyek yaitu
pekerjaan yang diemban oleh para guru.
Sikap ini ditunjukkan dalam berbagai kualitas dan
identitas yang berbeda dan bergerak secara kontinyu dari positif melalui areal
netral kearah negative. Kualitas sikap digambarkan sebagai valensi positif
menuju negatif, sebagai hasil penilaian terhadap obyek tertentu. Sedangkan intensitas sikap digambarkan dalam kedudukan
ekstrim positif atau negatif. Kualitas dan intensitas sikap tersebut menunjukkan
suatu prosedur pengukuran yang menempatkan sikap seseorang dalam suatu demensi
evaluatif yang bipolar dari ekstrim positif menuju ke ekstrim negatif.
Berdasarkan
uraian diatas dapat dipahami bahwa sikap merupakan bentuk evaluasi atau reaksi
perasaan terhadap suatu obyek. Seseorang bersikap terhadap suatu obyek dapat
diketahui dari evaluasi perasaannya
terhadap obyek tersebut. Evaluasi perasaan tersebut dapat berupa perasaan
senang-tidak senang, memihak-tidak memihak, favorit-tidak favorit,
positif-negatif.
Walgito
(2001:114) mengemukakan tentang sikap dan cirri-ciri sikap sebagai berikut: “
Sikap adalah faktor yang ada dalam diri manusia yang dapat mendorong atau
menimbulkan perilaku tertentu. Adapun
cirri-ciri sikap yaitu: tidak dibawa sejak lahir, selalu berhubungan dengan
obyek sikap, dapat dituju pada satu obyek saja maupun tertuju paqa sekumpulan
obyek-obyek, dapat berlangsung lama atau sebentar, dan mengandung faktor
perasaan dan motivasi”.
Komponen-Komponen Sikap
Walgito
(2001:111) mengemukakan bahwa sikap mengandung tiga komponen yang membentuk
struktur sikap, ketiga komponen sikap itu adalah komponen kognitif, afektif,
dan konatif dengan uraian sebagai berikut:
1)
komponen kognitif (komponen perceptual), yaitu komponen
yang berkaitan dengan pengetahuan, pandangan, keyakinan, yaitu hal-hal yang
berkaitan dengan bagaimana orang mempersepsi terhadap obyek sikap.
2) komponen afektif (komponen emosional),
yaitu komponen yang berhubungan dengan rasa senang atau tidak senang terhadap
obyek sikap. Rasa senang merupakan hal yang positif, sedangkan rasa tidak
senang adalah hal negatif.
3)
komponen konatif (komponen perilaku, atau action component), yaitu komponen yang
berhubungan dengan kecenderungan bertindak atau berperilaku terhadap obyek
sikap.
Perilaku yang nampak terhadap suatu obyek tertentu
setidaknya bisa diramalkan melalui sikap yang diungkapkan oleh seseorang. Dalam arti bahwa sikap seseorang bisa
menentukan tindakan dan perilakunya. Sikap kadang-kadang bisa diungkapkan
secara terbuka melalui berbagai wacana atau percakapan, namun sering sikap
ditunjukkan secara langsung. Sikap bisa muncul sebelum perilaku, tetapi bisa
juga merupakan akibat dari perilaku sebelumnya.
Namun
demikian, ada juga penelitian yang mengemukakan bahwa tidak adahubungan yang
signifikan antara sikap dan perilaku. Atau dengan kata lain, sikap tidak
selamanya menentukan perilaku yang timbul. Azwar (1988:15) menyatakan bahwa
sampai saat ini belum ada kesepakatan yang jelas yang menyangkut hubungan
antara sikap dan perilaku.
Uraian
tentang komponen-komponen sikap tersebut, menegaskan bahwa sikap seorang guru
terhadap keperjaan dapat tercermin dari kepercayaan, kepuasan, dan perilaku
yang ditampilkan. Seorang guru yang memiliki sikap positif terhadap pekerjaan
sudah barang tentu menampilkan suatu kepercayaan, kepuasan, dan perilaku yang
positif terhadap pekerjaannya.
Kepercayaan
guru terhadap pekerjaan akan tumbuh bilamana seorang guru memiliki kesesuaian
antara pekerjaan dengan kemampuan. Profesi guru merupakan profesi yang amat
membutuhkan keahlian. Pendidikan yang sesuai dengan pengalaman yang memadai
merupakan faktor yang cukup menentukan keberhasilan menjadi seorang guru.
Disamping kesesuaian pekerjaan dengan kemampuan, kesesuaian pekerjaan dengan
minat merupakan faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan seorang guru
terhadap pekerjaan. Kepercayaan yang tinggi terhadap pekerjaan akan tumbuh
bilamana seorang guru memiliki minat yang tinggi untuk menjalani profesi
sebagai guru.
Kepuasan
guru terhadap pekerjaan akan tumbuh bilamana pekerjaan, gaji, peluang promosi,
dan lingkungan kerja disekolah mampu memberikan rasa senang. Dengan pekerjaan
yang membanggakan, gaji yang memadai, peluang promosi yang terbuka, dan
lingkungan kerja yang kondusif akan
memberikan kepuasan bagi guru dalam menjalani profesinya.
Perilaku
dari seorang guru dapat dilihat dalam bentuk tanggung jawab, etos kerja,
disiplin dan kreativitasnya. Guru dapat dikategorikan berperilaku positif
bilamana memiliki tanggung jawab, etos kerja, disiplin, dan kreativitas yang
tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar