Memperhatikan bahwa
belajar merupakan proses interaktif antara guru dan siswa tentang hal yang dipelajari maka dalam hal ini perlu
dilihat bahwa muatan mata pelajaran ini adalah skill atau ketrampilan untuk
mengatasi keterbatasan anak. Dalam proses belajar mengajar penerapan kurikulum
Bina Diri berpatokan pada tahap-tahap tertentu antara lain :
a.
Tahap persepsi.
Pada
tahap ini siswa dikondisikan sedemikian rupa untuk menerima stimulus inDrawi
yang memungkinkan bekerja dan berkembangnya kemampuan motoris, proses
mengaktifkan persepsi secara visual (penglihatan).
Persepsi auditori (pendengaran), dan persepsi kinestik (rasa raba dan rasa gerak), perlu distimuluskan dan
dikoordinasikan secara baik.
b.
Tahap Kesiagaan.
Pada
tahap ini siswa dibawa untuk berada dalam keadaan siap secara fisik, mental dan
emosi untuk melakukan suatu kegiatan. Bentuk konkrit tahap ini antara lain
peniruan gerak, pengulangan gerak, yang memungkinkan dengan bimbingan yang
masih sangat banyak.
c.
Tahap Sambutan (Guided Respons).
Pada
tahap ini siswa dibawa untuk memulai suatu kecakapan yaitu kecakapan untuk
mengikuti contoh-contoh tindakan yang diperagakan guru. Diawali dengan peniruan
dan dilanjutkan dengan mencoba sendiri. Dalam tahap ini latihan dan pengulangan
memegang kendali dan peran sangat penting.
d.
Tahap Tindakan Mekanis.
Pada
tahap ini siswa dilatih untuk memiliki ketrampilan-ketrampilan tertentu secara
tetap dan konstan. Ketrampilan atau kecakapan tersebut sudah menjadi kebiasaan.
Hal ini dilaksanakan dengan cara misalnya sebelum dan sesudah makan mencuci
tangan dulu.
e.
Tahap sambutan yang komplek (Komplex Over Respon). Sebagai
kelanjutan dari tindakan mekanis proses belajar ditujukan kepada siswa memiliki
kecakapan tentang hal yang sama dengan
kualitas yang lebih baik, efisien dan bervariasi.
Kecakapan-kecakapan atau ketrampilan yang
telah dimiliki akan dimanifestasikan sesuai dengan situasi dan problematika
yang dihadapi. Misalnya siswa yang telah dilatih menyisir rambut dan terampil,
ketrampilannya itu digunakan setiap habis mandi (situasi) dan dia tetap bisa
menyisir rambut dengan rapi walau tidak didepan cermin (problematika)
g.
Tahap Keaslian (Origination).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar