KOTAK OPINI

Jumat, 11 Januari 2013

Kompetensi Profesional



 Kompetensi Profesional

Kompetensi profesional guru seperti yang disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 adalah kemampuan guru dalam hal penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam standar nasional pendidikan.
Seorang guru harus menguasai (mastery) dalam bidangnya. Beberapa hal yang paling mendasar dan harus dimiliki oleh guru adalah kemampuan dalam menjabarkan isi atau materi pelajaran, sebagaimana yang dituntut oleh kurikulum. Dalam proses penjabaran tersebut, guru juga harus mampu menentukan secara tepat materi apa saja yang relevan dengan tuntutan kebutuhan dan kemampuan anak didik. Beberapa kriteria dalam memilih dan menentukan materi yang diajarkan kepada siswa. Kriteria tersebut adalah :
1)      Validitas (validity) atau tingkat ketepatan materi. Sebelum memberikan materi pelajaran seorang guru harus yakin bahwa materi yang diberikan telah teruji kebenarannya. Artinya guru harus menghindari memberikan materi (data, dalil, teori, konsep dan sebagainya) yang sebenarnya masih dipertanyakan atau masih diperdebatkan. Hal ini untuk menghindarkan salah konsep, salah tafsir atau salah pemakaian.
2)      Keberartian atau tingkat kepentingan materi tersebut dikaitkan dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. Materi pelajaran yang diberikan harus relevan dengan keadaan dan kebutuhan siswa. Sehingga materi yang diajarkan bermanfaat bagi siswa. Kebermanfaatan tersebut diukur dari keterpakaian dalam pengembangan kemampuan akademis pada jenjang selanjutnya dan keterpakaiannya sebagai bekal untuk hidup sehari-hari sehingga dalam mempelajari materi tersebut, siswa memiliki kepercayaan bahwa ia akan mendapat penghargaan nantinya.
3)      Relevansi (relevance) dengan tingkat kemampuan siswa, artinya tidak terlalu sulit, tidak terlalu mudah dan disesuaikan dengan variasi lingkungan setempat dan kebutuhan di lapangan  pekerjaan serta masyarakat pengguna saat ini dan yang akan datang.
4)      Menarik (interes), pengertian menarik disini bukan hanya sekeder menarik perhatian siswa pada saat mempelajari suatu materi pelajaran. Lebih dari itu materi yang diberikan hendaknya mampu memotivasi siswa sehingga siswa mempunyai minat untuk mengenali dan mengembangkan keterampilan lebih lanjut dan lebih mendalam dari apa yang diberikan melalui proses belajar mengajar disekolah.
5)      Kepuasan (Satisfacation) kepuasan yang dimaksud merupakan hasil pembelajaran yang diperoleh siswa nantinya benar-benar bermanfaat bagi kehidupannya, dan siswa benar-benar dapat bekerja dengan menggunakan dan mengamalkan ilmu yang diperoleh tersebut. Dengan memperoleh nilai/ insentif yang sangat berarti bagi kehidupannya dimasa depan
Seorang guru yang professional tidak cukup hanya menguasai materi ajar, namun harus dapat menguasai metode pembelajaran, sehingga seorang guru akan mudah membimbing peserta didik dalam proses pembelajaran.
Penguasaan metode pembelajaran dapat ditujukan melalui proses pemilihan strategi pembelajaran yang tepat oleh guru termasuk variasi cara belajar serta pengelolaan waktu yang efisien. Pemilihan strategi pembelajaran sangat ditentukan oleh konteks pembelajaran, terutama variasi kemampuan, minat dan kebutuhan siswa, serta variasi sarana dan sumber belajar yang dimiliki oleh suatu sekolah/daerah. Kemampuan guru dalam menguasai metode yang tepat dapat dilihat dari proses belajar mengajar yang berlangsung di kelas maupun dalam praktek keterampilan teknik, yaitu mulai dari perencanaan, proses belajar, praktek di lapangan  sampai ada pengukuran hasil yang dicapai setelah proses belajar mengajar berlangsung.
Selain menguasai metode guru juga perlu menguasai dan memahami alat bantu pembelajaran dan lebih umum adalah teknologi pembelajaran dan teknologi pendidikan. Di masa depan dapat dipastikan bahwa profil kelayakan guru akan ditekankan kepada aspek-aspek kemampuan membelajarkan siswa, dimulai dari menganalisis, merencanakan atau merancang, mengembangkan, mengimplementasikan, dan menilai pembelajaran yang berbasis pada penerapan teknologi pendidikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar