KOTAK OPINI

Kamis, 17 Januari 2013

Asesmen Anak lamban belajar Dalam Membaca.





.
Asesmen untuk anak lamban dengan menandai letak kesulitan yang dihadapi anak. Beberapa Kemungkinan Letak Kesulitan :
    • Kesulitan membaca atau memahami suatu kata
    • Huruf terbalik/tertukar
    • Penghilangan kata/suku kata
    • Menebak kata
    • Menambahkan kata
    • Pengulangan pembacaan
    • Lambat
    • Sulit menangkap isi bacaan
Setelah asesmen selesai diterapkan, Catat hasil asesmen ke dalam format yang sudah disediakan guru.

Contoh Format Hasil Assessment
Nama:
Kelas:
Usia:
Tanggal:
No
Pola/Bentuk Kesalahan
Keterangan
1
2
3
4
5
6
7
8
Kesulitan membaca atau memahami suatu kata
Huruf terbalik/tertukar
Penghilangan kata/suku kata
Menebak kata
Menambahkan kata
Pengulangan pembacaan
Lambat
Sulit menangkap isi bacaan


Aktifitas Penanganan
1.             Aktifitas pra membaca
Pengembangan Bahasa dan Bicara
·         Mendemonstrasikan apa yang anak ingin kerjakan
·         Menceritakan pada anak apa yang sedang ia lakukan
·         Mendorong anak bercakap cakap
·         Memperlihatkan kepada anak gambar yang menarik sehingga anak mampu mendeskripsikan dan menginterpretasikannya.
·         Membaca dan menceritakan cerita pendek kepada anak
·         Meminta atau memberi dukungan kepada anak untuk bercerita di depan kelas tetang situasi yang menarik yang dialami di rumah atau di tempat lain
·         Membuat permainan telepon-teleponan
2.        Aktifitas membaca
Pendekatan/metode Multisensori (VAKT)
1.      Guru memberikan kartu huruf dan mengucapkannya, anak menirukan apa yang diucapkan guru.
2.      Setelah nama huruf dikuasai anak, guru mengucapkan bunyi huruf dan anak mengikutinya. Selanjutnya guru menanyakan kepada anak,”Apa nama bunyi huruf ini?” anak lalu menyebutkan bunyinya
3.      Guru mengucapkan bunyi huruf, bagian kartu yang bertuliskan huruf tidak diperlihatkan kepada anak (menghadap ke guru). Kemudian guru memperlihatkannya dan menanyakan kepada anak tentang nama huruf tersebut, kemudian anak menjawabnya.
4.      Guru menuliskan huruf yang dipelajari, menerangkan dan menjelaskannya. Anak memahami bunyi, bentuk, dan cara membuat huruf dengan cara menelusuri huruf yang dibuat guru, kemudian menyalin huruf berdasarkan memorinya. Akhirnya anak menulis sekali lagi dengan mata tertutup atau tidak mencontoh. Setelah dikuasai betul oleh anak, guru melanjutkan dengan huruf lain. Bila siswa sudah menguasai beberapa huruf, kemudian dapat dilanjutkan dengan merangkai kata dengan pola KVK (Konsonan Vokal Konsonan).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar