1. Hakekat dan Tujuan Asesmen
Asesmen sebagai proses pengumpulan informasi
yang akan digunakan untuk membuat suatu pertimbangan dan keputusan berhubungan
dengan seorang anak. Dalam kaitannya dengan masalah penanggulangan kelainan
tingkah laku asesmen bertujuan :
·
Untuk penjaringan ( screening )
·
Pengidentifikasian untuk klasifikasi (classification)
·
Untuk pengembangan program pengajaran (develop instructional program)
·
Untuk mengukur kemajuan siswa (measure pupil progress)
·
Untuk mengevaluasi keefektifitas program
( evaluate program effectiveness)
2. Alat dan Teknik Assesmen
Ada dua jenis asesmen yaitu asesmen
formal dan asesmen informal. Asesmen formal biasanya menggunakan tes yang baku
formal atau tes norma kelompok yang digunakan untuk mengetahui kemampuan
individu dibandingkan dengan kemampuan kelompok. Prosedur tes dan evaluasi
formal lebih tepat digunakan untuk klasifikasi dan penempatan karena
pengukurannya lebih obyektif . tes formal biasanya digunakan untuk mengukur
proses belajar siswa, kemampuan intelektual, kemampuan akademik. Asesmen
informal menggunakan atau alat dan teknik informal yang dibuat oleh guru
berdasarkan kurikulum yang ada yaitu untuk mengetahui kekuatan atau kelemahan
siswa dalam suatu bidang dan digunakan secara terus menerus. Alat dan teknik
yang digunakan berupa observasi, wawancara, ceklis, tes, rating scale. Teknik
wawancara untuk memperoleh data tentang anak, orang tua , keluarga, riwayat
kelahiran, perkembangan fisik, social
pendidikan. Data tentang anak mencakup nama alamat, tempat tangal lahir.
Informasi asesmen tentang gangguan tingkah laku dapat diperoleh melalui
observasi langsung di kelas atau sekolah. Ada kalanya guru ingin satu jenis
tingkah laku yang menyimpang dalam satu kelas
dengan skala penjaringan informal yang dibuat guru. Ada 2 metode asesmen
yaitu :
a.
Metode asesmen yang berorientasi
pada kepribadian. Metode ini untuk menemukan sebab-sebab kekacauan tingkah
laku. Alat yang digunakan untuk mengungkap masalah kepribadian adalah personality inventories dirancang
untuk mengukur objektifitas karakter emosi individual kecuali bagi personality for children (PIC) yang
dirancang untuk mengukur kepribadian pemuda dan orang dewasa. Project
techniques tes proyektif digunakan untuk mengukur karakter emosi individu,
melalui pernyataan individu yang diproyeksikan dari pikiran, perasaan,
kebutuhan dan motivasi.
b.
Metode asesmen yang berorientasi
pada tingkah laku. Alat asesmen yang digunakan untuk mengungkap masalah tingkah
laku adalah
·
Behavior
rating scale. Alat ini digunakan bagi anak-anak yang
mempunyai masalah hubungan antar sesama disekolah. Guru dan orang tua dapat
menilai tingkah laku anaknya dengan menggunakan skala penilain yang
relatif mudah untuk
mengadministrasikannya. Child behavior
chek list dirancang untuk mengungkapkan masalah tingkahlaku seperti masalah
perhatian, agresif, kecemasan menyendiri.
·
Walker
problem behavior identification. Alat ini dirancang
untuk mengidentifikasi masalah tingkahlaku anak kelas 4 sampai kelas 6. Terdiri
dari 50 item tingkahlaku yang diberikan pada anak di sekolah. WPBIC mengukur 5
ketegori masalah tingkah laku 1) tindakan keterlaluan 2) penyendiri 3)
kebingungan 4) tidak bisa berteman 5) ketidakdewasaan.
·
Resived
behavior problem checklist. Terdiri dari dari 89 item
dirancang untuk mengidentifikasi masalah tingkah laku anak dan remaja yang
digunakan untuk menjaring 6 faktor tingkah laku yaitu condust disorder,
socialized aggression, attention problems immaturity, anxiety withdrawal, motor
exces. Skor ini kemudian dibandingkan dengan data skala penemuan empiric.
·
Child
behavior checklist. Terdiri dari 113 masalah tingkah laku
yang dinilai oleh orang tua dengan umur
anak 4-16 tahun. CBCL mempunyai dua faktor
yaitu faktor sindron external dan sindron internal.
Contoh
Asesmen untuk Anak Tunalaras
Asesmen untuk Anak Tunalaras
A.
Identifikasi Anak
Biodata
Anak
Nama
:
Temp.
Tgl. Lahir :
Usia
:
Agama
:
Berat
Badan
:
Saudara
:
Sekolah
:
Kelas
:
Alamat
:
Hobby
:
Biodata
Orang Tua
Nama
Ayah
:
Temp.
Tgl. Lahir :
Usia
:
Agama
:
Pekerjaan
:
Pendidikan
Terakhir :
Nama
Ibu
:
Temp. Tgl
Lahir :
Usia
:
Agama
:
Pekerjaan
:
Pendidikan
Terakhir :
B. Riwayat Kesehatan
Anak
C.
Hasil Asesmen
1.
Instrumen hasil observasi di Sekolah dan di Lingkungan Rumah
2.
Instrumen diisi oleh Orang Tua
4.
Wawancara dengan Guru Kelas
Instrumen hasil observasi di Sekolah dan di
Lingkungan Rumah
Pengisi
Instrumen :
Tanggal
Pelaksanaan :
|
Aspek yang diamati
|
Jawaban
|
Keterangan
|
|
|
Ya
|
Tidak
|
||
|
SOSIAL
|
|||
|
1.
Anak dapat menyebutkan identitas dirinya
2.
Anak dapat memulai percakapan dengan teman sebayanya
3.
Anak dapat mengajak teman untuk bermain
4.
Anak dapat berempati apabila ada teman yang tidak mempunyai mainan
5.
Anak dapat berkomunikasi dengan teman sebayanya atau dengan orang yang lebih
dewasa
6.
Anak dapat menjalin hubungan dengan orang-orang yang baru dikenalnya
7.
Anak mau membagi makanan dengan teman sebayanya
8.
Anak memiliki ketertarikan yang besar untuk bergabung dengan anak lain yang sebayanya
9.
Anak menegur temannya atau orang yang ia kenal saat bertemu di jalan
10.
Anak memiliki empati terhadap bintang seperti ayam, kucing atau anjing
Mis.
Memberikan makan
11.
Anak memiliki sifat agresif dan posesisf yang tinggi akan suatu hal
|
|||
Pengisi
Instrumen :
Tanggal
Pelaksanaan :
|
Aspek yang diamati
|
FREKUENSI
|
Keterangan
|
|||
|
30 menit
|
I jam
|
2 Jam
|
|||
|
PEMBELAJARAN
|
|||||
|
1.
Anak telat masuk kelas
2.
Anak tidak konsentrasi dengan pelajarannya
3.
Anak merasa tidak nyaman di tempat duduknya
4.
Anak menggangu teman di kelasnya
5.
Anak memukul meja atau kursi
6.
Anak membanting alat-alat belajarnya seperti buku / pensil
7.
Anak marah-marah karena alas an yang tidak jelas
8.
Anak berteriak di kelas
9.
Anak menangis tanpa sebab yang jelas
10.
Anak menunjukkan kecemasan akan dirinya
11.
Anak izin ke luar kelas
12.
Anak sibuk dengan buku-bukunya dan tidak mendengarkan perintah guru
13.
Anak telat mengumpulkan tugas
14.
Anak tidak mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru
15.
Anak memukul teman sebangkunya
16.
Anak memakan bekalnya di kelas]
17.
Anak membentak guru ketika diberi tahu / dinasihati
18.
Anak tidur di kelas
19.
|
|||||
Instrumen yang diisi oleh Orang Tua

Tidak ada komentar:
Posting Komentar