Gaya
Kepemimpinan
Kepala sekolah dalam melakukan tugas kepemimpinan
mempunyai karakteristik dan gaya
kepemimpinan untuk mencapai tujuan yang diharapkannya. Sebagai seorang
pemimpin, kepala sekolah mempunyai sifat, kebiasaan, temperamen, watak dan
kebiasaan sendiri yang khas, sehingga dengan tingkah laku dan gayanya sendiri
membedakan dirinya dengan orang lain. Gaya
atau tipe hidupnya ini pasti akan mewarnai perilaku dan tipe kepemimpinannya.
Wahjosumidjo (2002) mengemukakan empat pola perilaku
kepemim-pinan yang lazim disebut gaya
kepemimpinan yaitu perilaku instruktif, konsultatif, partisipatif, dan
delegatif.
Masih menurut Wahjosumidjo (2002), perilaku kepemimpinan terse-but masing-masing
memiliki ciri pokok , yaitu: (1) perilaku instruktif; komunikasi satu arah, pimpinan
membatasi peranan bawahan, pemecahan masalah dan pengambilan keputusan menjadi
tanggung jawab pemimpin, pelaksanaan pekerjaan diawasi dengan ketat, (2)
perilaku konsultatif; pemimpin masih memberikan instruksi yang cukup besar
serta menentukan keputusan, telah diharapkan komunikasi dua arah dan memberikan
supportif terhadap bawahan, pemimpin mau
mendengar keluhan dan perasaan bawahan tentang pengambilan keputusan, bantuan
terhadap bawahan ditingkatkan, tetapi pelaksanaan keputusan tetap pada
pimpinan, (3) perilaku konsultatif; control atas atas pemecahan masalah dan
pengambilan keputusan antara pimpinan dan bawahan seimbang, pimpinan dan
bawahan sama-sama terlibat dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan,
komunikasi dua arah semakin meningkat, pemimpin makin mendengarkan secara
intensif terhadap bawahannya., keikutsertaan bawahan dalam pemecahan dan
pengambilan keputusan makin bertambah, (4) perilaku delegatif; pemimpin
mendiskusikan masalah yang dihadapi dengan bawahan dan selanjutnya
mendelegasikan pengambilan keputusan seluruhnya kepada bawahan, bawahan diberi
hak untuk menentukan langkah-langkah bagaimana keputusan dilaksanakan, dan
bawahan diberi wewenang untuk menyelesaikan tugas-tugas sesuai dengan keputusan
sendiri.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa
kepemimpinan kepala sekolah merupakan kemampuan dari seorang kepala sekolah
dalam mempengaruhi dan menggerakkan bawahan dalam suatu organisasi atau lembaga
sekolah guna tercapainya tujuan sekolah. Terdapat empat macam pendekatan studi
kepemimpinan, yaitu: (1) pendekatan pengaruh kewibawaan, (2) pendekatan sifat,
(3) pendekatan perilaku, dan (4) pendekatan situasional. Fungsi dari
kepemimpinan secara garis besar yaitu mempengaruhi dan menggerakkan orang lain
dalam suatu organisasi agar mau melakukan apa yang dikehendaki seorang pemimpin
guna tercapainya tujuan. Sedangkan syarat seorang pemimpin yaitu harus memiliki
kemampuan dasar berupa technical skill,
human skill, dan conceptual skill,
serta pengetahuan dan keterampilan profesional.
Dengan terpenuhinya syarat sebagai seorang pemimpin, maka seorang kepala
sekolah dituntut untuk dapat memeberikan ketauladanan dalam pelaksanaan tugas,
menyusun administrasi dan program
sekolah, menentukan anggaran pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS), dan
pembagian pelaksanaan tugas. Sementara itu empat pola perilaku kepemimpinan
yang lazim disebut gaya
kepemimpinan meliputi perilaku instruktif, konsultatif, partisipasif, dan
delegatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar