Fungsi dan Syarat Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah bagian dari tugas
utama yang harus dilaksanakan. Fungsi kepemimpinan menurut Siagian (2003:48)
adalah: (1) Pemimpin selaku penentu arah yang akan ditempuh dalam usaha
pencapaian tujuan, (2) sebagai wakil dan juru bicara organisasi dalam hubungan
dengan pihak-pihak diluar organisasi, (3) pemimpin selaku komunikator yang efektif,
(4) pemimpin sebagai mediator yang handal, khususnya dalam hubungan kedalam,
terutama dalam menangani situasi konflik, dan (5) pemimpin selaku integrator
yang efektif , rasional, objektif dan netral.
Kepemimpinan membangkitkan kepercayaan dan loyalitas
bawahan, mengkomunikasikan gagasan kepada orang lain, dengan berbagai cara
mempengaruhi orang lain, menciptakan perubahan secara efektif didalam
penampilan kelompok dan menggerakkan orang lain, sehingga secara sadar orang
lain tersebut mau melakukan apa yang dikehendaki.
Syarat-syarat Pemimpin
Kunci keberhasilan suatu sekolah pada hakikatnya
terletak pada efisiensi dan efektivitas penampilan pemimpinnya, dalam hal ini
kepala sekolah. Kepala sekolah dituntut memiliki persyaratan kualitas
kepemimpinan yang kuat, sebab keberhasilan sekolah hanya dapat dicapai melalui
kepemimpinan kepala sekolah yang berkualitas.
Kepala sekolah yang berkualitas yaitu kepala sekolah
yang memiliki kemampuan dasar, kualifikasi pribadi, pengetahuan dan
keterampilan professional. Menurut Tracey dalam Diktat Pelatihan Calon Kepala Sekolah
SLTP (Depdikbud, 1999) syarat keahlian atau kemampuan dasar, yaitu sekelompok
kemampuan yang harus dimiliki oleh tingkat pemimpin apapun, yang mencakup: conceptual skill, human skill dan technical skill.
a) Technical skills, yaitu kecakapan spesifik tentang proses, prosedur
atau teknik-teknik atau merupakan kecakapan khusus dalam menganalisis hal-hal
khusus dan penggunaan fasilitas, peralatan, serta teknik pengetahuan yang
spesifik.
b) Human skill, Yaitu kecakapan
pemimpin untuk bekerja secara efektif sebagai anggota kelompok dan untuk menciptakan usaha kerjasama diling-kungan
kelompok yang dipimpinnya.
c) Conceptual skill, yaitu
kemampuan seorang pemimpin melihat organisasi sebagai satu keseluruhan.
Kualifikasi pribadi yaitu serangkaian sifat atau watak
yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin termasuk kepala sekolah. Dengan kata
lain seorang pemimpin yang diharapkan berhasil dalam melaksanakan tugas-tugas
kepemimpinan harus didukung oleh mental,
fisik, emosi, watak social, sikap, etika, dan kepribadian yang baik.
Seorang pemimpin harus pula memiliki pengetahuan dan
keterampilan profesional. Pengetahuan professional meliputi: (1) pengetahuan
terhadap tugas, dimana seorang pemimpin atau kepala sekolah harus mampu secara
menyeluruh mengetahui banyak tentang lingkungan organisasi atau sekolah berada,
(2) seorang pemimpin (kepala sekolah) harus memahami hubungan kerja antar
berbagai unit, pendelegasian wewenang, sikap bawahan, serta bakat dan kekurangan
bawahan, (3) seorang pemimpin harus tahu wawasan organisasi dan kebijakan
khusus, perundang-undangan dan prosedur, (4) seorang pemimpi harus memiliki satu perasaan riil untuk
semangat dan suasana aktivitas diri orang lain dan staf yang harus dihadapi,
(5) seorang pemimpin harus mengetahui layout
secara fisik bangunan, kondisi operasional, berbagai macam keganjilan dan
problema yang biasa terjadi, dan (6) seorang pemimpin harus mengetahui layanan
yang tersedia untuk dirinya dan bawahan, serta kontrol yang dipakai oleh
manajemen tingkat yang lebih tinggi. Sedangkan ketrampilan profesional
meliputi: (1) mampu berfungsi sebagai seorang pendidik, (2) mampu menampilkan
analisis tinggi untuk mengumpulkan , mencatat, dan menguraikan tugas pekerjaan,
(3) mampu mengembangkan silabus rangkaian mata pelajaran dan program-program
pengajaran, (4) mampu menjadi mahkota dari berbagai macam teknik mengajar, (5)
mampu merencanakan dan melaksanakan penelitian dalam pendidikan dan
mempergunakan temuan riset, (6) mampu mengadakan supervisi dan evaluasi
pengajaran, fasilitas, kelengkapan, dan materi pelajaran, (7) mengetahui
kejadian diluar sekolah yang berhubungan dengan paket dan pelayanan pendidikan,
dan (8) mampu menjadi pemimpin yang baik dan komunikator yang efektif.
Berkaitan dengan uraian diatas, Suradinata (1979:79)
menyatakan bahwa: pemimpin suatu organisasi yang sukses harus memiliki beberapa syarat, yaitu: (1) mempunyai
kecerdasan yang lebih, untuk memikirkan dan memecahkan setiap persoalan timbul
dengan tepat dan bijaksana, (2) mempunyai emosi stabil, tidak mudah diombang
ambingkan oleh suasana yang berganti, dan daapat memisahkan persoalan pribadi,
rumah tangga dan organiosasi, (3) mempunyai keahlian dalam manusia serta bisa membuat
bawahan menjadi senang dan merasa puas, (4) mempunyai keahlian untuk
mengorganisir dan menggerakkan bawahannya dengan kebijakan dalam mewujudkan
tujuan organisasi, dan (5) kondisi fisikyang sehat dan kuat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar