Pengukuran Sikap
Gerungan
(1991:154) menyatakan bahwa cara-cara yang dapat dipakai untuk mengukur sikap
adalah:
1)
Metode langsung, ialah metode dimana seseorang secara
langsung diminta pendapat atau tanggapannya mengenai obyek tertentu, biasanya disampaikan secara lisan
pada waktu wawancara.
2)
Metode tak langsung, orang diminta agar menyatakan
dirinya mengenai obyek sikap yang diselidiki, tetapi secara tidak langsung,
misalnya dengan tes psikologi.
3)
Metode tes tersusun, yaitu metode pengukuran yang
menggunakan skala sikap yang dikonstruksikan terlebih dahulu menurut
prinsip-prinsip tertentu, seperti metode Likert, Thurstone atau Guttman.
4) Metode tes tak tersusun, yaitu dengan
wawan cara, daftar pertanyaan biasanya untuk penelitian bibliografi atau
karangan.
Sedangkan
Azwar (1988:55) berpendapat bahwa metode pengukuran sikap yang dianggap dapat
diandalkan dan dapat memberikan penafsiran terhadap sikap manusia adalah pengukuran
melalui skala sikap (attitude scale).
Skala sikap bertujuan untuk
menentukan kepercayaan, persepsi, atau perasaan seseorang terhadap suatu obyek.
Suatu skala sikap merupakan
kumpulan pernyataan sikap yang berkenaan dengan obyek sikap. Pernyataan sikap
adalah rankaian kalimat yang mengatakan sesuatu mengenai objek sikap yang
diukur.
Terdapat
beberapa skala sikap yang berbeda bentuk, diantaranya bentuk Thurstone, Likert
dan Guttman serta pengembangannya. Pada umumnya pengembangan skala sikap semula
sama, yaitu untuk meletakkan seseorang pada suatu posisi numerik tertentu dalam
kontinum dimensi evaluatif. Perbedaan antara skala sikap yang satu dan lainnya
terletak pada pemilihan butir-butir pertanyaan yang digunakan dan penyajian
kepada target pengukuran sikap.
Dalam menyusun butir pertanyaan yang dipakai dalam
skala sikap harus mampu membedakan seseorang atau individu- individu yang
lainnya dengan sikap yang berbeda. Individu dengan sikap yang berbeda harus
dapat dipastikan akan memberikan jawaban yang berbeda secara sistematik
terhadap butir pertanyaan yang bersangkutan. Dengan demikian individu yang
sangat senang terhadap obyek pertanyaan tersebut akan memberikan jawaban yang
berbeda dengan individu yang sedang-sedang saja rasa senangnya. Likert dalam
mengadakan pengukuran sikap juga menggunakan skala. Namun demikian skala Likert
berbeda dengan skala Thurstone, skala Likert dikenal sebagai summeted rating method, sedangkan skala
Thurstone dikenal sebagai judgment method.
Dalam
menciptakan alat ukur Likert menggunakan pernyataan-pernyataan, dengan
menggunakan lima alternatif jawaban atau tanggapan atas pernyataan-pernyataan
tersebut. Penentuan dari pernyataan-pernyataan tersebut diambil dari banyak
pernyataan yang disaring melalui uji coba yang dikenakan pada subjek uji coba.
Dari hasil uji coba dipilih pernyataan-pernyataan yang cukup baik, baik yang
bersifat favorable atau positif maupun
unfavorable atau negative. Lima
alternative jawaban yang dikemukakan oleh Likert adalah sangat setuju, setuju,
dtidak mempunyai pendapat, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Corak khas
dari skala Lkert adalah bahwa makin tinggi skor yang diperoleh seseorang, merupakan indikasi bahwa orang
tersebut sikapnya makin positif terhadap objek sikap, demikian pula sebaliknya,
semakain rendah skor yang diperoleh seseorang, merupakan indikasi bahwa orang
tersebut sikapnya makin negative terhadap objek sikap.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa sikap guru terhadap pekerjaan merupakan
keyakinan seorang guru mengenai pekerjaan yang diembannya, yang disertai adanya
perasaan tertentu, dan memberikan dasar kepada guru tersebut untuk membuat
respon atau berperilaku dalam cara tertentu sesuai pilihannya. Sikap mengandung tiga komponen yaitu: komponen
kognitif, komponen afektif, dan komponen
konatif. Pengukuran sikap dapat dilakukan dengan langsung dan tidak langsung.
Pengukuran guru terhadap pekerjaan dapat dilakukan dengan pengukuran sikap
model Likert. Pengukuran model Likert
(skala Likert) merupaka salah satu cara pengukuran sikap secara
langsung. Alat ukur dalam skala Likert menggunakan pernyataan-pernyataan dengan
menggunakan lima alternatif jawaban. Makin
tinggi skor yang diperoleh seorang guru mengindikasikan guru memiliki
sikap yang semakin positif terhadap pekerjaan, demikian pula sebaliknya.
thks infonya... skalian jadi pengin tanya... ^_^ kalau mau mengukur sikap guru terhadap pekerjaan pakainya skala sikap guru dari siapa ya/teorinya siapa? trimakasih
BalasHapus