KOTAK OPINI

Jumat, 11 Januari 2013

Pengukuran Sikap



Pengukuran Sikap

Gerungan (1991:154) menyatakan bahwa cara-cara yang dapat dipakai untuk mengukur sikap adalah:
1)      Metode langsung, ialah metode dimana seseorang secara langsung diminta pendapat atau tanggapannya mengenai obyek  tertentu, biasanya disampaikan secara lisan pada waktu wawancara.
2)      Metode tak langsung, orang diminta agar menyatakan dirinya mengenai obyek sikap yang diselidiki, tetapi secara tidak langsung, misalnya dengan tes psikologi.
3)      Metode tes tersusun, yaitu metode pengukuran yang menggunakan skala sikap yang dikonstruksikan terlebih dahulu menurut prinsip-prinsip tertentu, seperti metode Likert, Thurstone atau Guttman.
4)      Metode tes tak tersusun, yaitu dengan wawan cara, daftar pertanyaan biasanya untuk penelitian bibliografi atau karangan.
Sedangkan Azwar (1988:55) berpendapat bahwa metode pengukuran sikap yang dianggap dapat diandalkan dan dapat memberikan penafsiran terhadap sikap manusia adalah pengukuran melalui skala sikap (attitude scale). Skala sikap bertujuan untuk menentukan kepercayaan, persepsi, atau perasaan seseorang terhadap suatu obyek. Suatu skala sikap merupakan kumpulan pernyataan sikap yang berkenaan dengan obyek sikap. Pernyataan sikap adalah rankaian kalimat yang mengatakan sesuatu mengenai objek sikap yang diukur.
Terdapat beberapa skala sikap yang berbeda bentuk, diantaranya bentuk Thurstone, Likert dan Guttman serta pengembangannya. Pada umumnya pengembangan skala sikap semula sama, yaitu untuk meletakkan seseorang pada suatu posisi numerik tertentu dalam kontinum dimensi evaluatif. Perbedaan antara skala sikap yang satu dan lainnya terletak pada pemilihan butir-butir pertanyaan yang digunakan dan penyajian kepada target pengukuran sikap.
Dalam menyusun butir pertanyaan yang dipakai dalam skala sikap harus mampu membedakan seseorang atau individu- individu yang lainnya dengan sikap  yang berbeda. Individu dengan sikap yang berbeda harus dapat dipastikan akan memberikan jawaban yang berbeda secara sistematik terhadap butir pertanyaan yang bersangkutan. Dengan demikian individu yang sangat senang terhadap obyek pertanyaan tersebut akan memberikan jawaban yang berbeda dengan individu yang sedang-sedang saja rasa senangnya. Likert dalam mengadakan pengukuran sikap juga menggunakan skala. Namun demikian skala Likert berbeda dengan skala Thurstone, skala Likert dikenal sebagai summeted rating method, sedangkan skala Thurstone dikenal sebagai judgment method.
Dalam menciptakan alat ukur Likert menggunakan pernyataan-pernyataan, dengan menggunakan lima alternatif jawaban atau tanggapan atas pernyataan-pernyataan tersebut. Penentuan dari pernyataan-pernyataan tersebut diambil dari banyak pernyataan yang disaring melalui uji coba yang dikenakan pada subjek uji coba. Dari hasil uji coba dipilih pernyataan-pernyataan yang cukup baik, baik yang bersifat favorable atau positif maupun unfavorable atau negative. Lima alternative jawaban yang dikemukakan oleh Likert adalah sangat setuju, setuju, dtidak mempunyai pendapat, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Corak khas dari skala Lkert adalah bahwa makin tinggi skor yang diperoleh  seseorang, merupakan indikasi bahwa orang tersebut sikapnya makin positif terhadap objek sikap, demikian pula sebaliknya, semakain rendah skor yang diperoleh seseorang, merupakan indikasi bahwa orang tersebut sikapnya makin negative terhadap objek sikap.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan  bahwa sikap guru terhadap pekerjaan merupakan keyakinan seorang guru mengenai pekerjaan yang diembannya, yang disertai adanya perasaan tertentu, dan memberikan dasar kepada guru tersebut untuk membuat respon atau berperilaku dalam cara tertentu sesuai pilihannya. Sikap mengandung tiga komponen yaitu: komponen kognitif,  komponen afektif, dan komponen konatif. Pengukuran sikap dapat dilakukan dengan langsung dan tidak langsung. Pengukuran guru terhadap pekerjaan dapat dilakukan dengan pengukuran sikap model Likert. Pengukuran model Likert  (skala Likert) merupaka salah satu cara pengukuran sikap secara langsung. Alat ukur dalam skala Likert menggunakan pernyataan-pernyataan dengan menggunakan lima alternatif jawaban. Makin  tinggi skor yang diperoleh seorang guru mengindikasikan guru memiliki sikap yang semakin positif terhadap pekerjaan, demikian pula sebaliknya.

1 komentar:

  1. thks infonya... skalian jadi pengin tanya... ^_^ kalau mau mengukur sikap guru terhadap pekerjaan pakainya skala sikap guru dari siapa ya/teorinya siapa? trimakasih

    BalasHapus