Hakikat Kepemimpinan
Makna kata
kepemimpinan erat kaitannya dengan dengan makna kata memimpin. Kata memimpin
mengandung makna yaitu kemampuan untuk menggerakkan segala sumber yang ada pada
suatu organisasi sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai
tujuan yang ditetapkan.
Menurut Wahjosumidjo (2002:82), dalam praktek
organisasi, kata memimpin mengandung konotasi menggerakkan, mengarahkan,
membimbing, melindungi, membina, memberi tauladan, memberi dorongan, memberi
bantuan, dan sebagainya. Betapa
banyak variabel arti yang terkandung dalam kata memimpin, memberikan indikasi
betapa luas tugas dan peranan seorang pemimpin organisasi.
Kepemimpinan
biasanya didefinisikan oleh para ahli menurut pandangan pribadi mereka, serta
aspek-aspek fenomena dari kepentingan yang paling baik bagi pakar yang bersangkutan.
Menurut Nawawi (1987:81) kepemimpinan adalah kemampuan menggerakkan , memberi
motivasi, dan mempengaruhi orang lain agar bersedia melakukan tindakan-tindakan
yang terarah pada pencapaian tujuan melalui keberanian mengambil keputusan
tentang kegiatan yang harus dilakukan.
Untuk lebih
memahami makna dari kepemimpinan, berikut ini dikemukakan beberapa teori
mengenai pengertian dan definisi tentang kepemimpinan:
a)
Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu
kelompok kearah tercapainya tujuan. (Robbin,1996:18).
b)
Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian
kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan untuk
dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan kepada yang dipimpinnya, agar
mau mlaksanakan tugas-tugas yang
dibebankan kepadanya dengan rela, dan penuh semangat (Purwanto, 1997:26)
c)
Kepemimpinan adalah tindakan atau tingkah laku individu
dan kelompok yang menyebabkan individu dan kolompok itu untuk bergerak maju,
guna mencapai tujuan pendidikan yang semakin bisa diterima oleh masing-masing
pihak (Abor, 1994:32).
d)
Kepemimpinan adalah proses pemimpin menciptakan visi,
mempengaruhi sikap, perilaku, pendapat, nilai-nilai, norma dan sebagainya dari
pengikut untuk merealisir visi (Depdikbud, 1999).
Dari definisi-definisi kepemimpinan yang berbeda-beda
tersebut, pada dasarnya mengandung kesamaan asumsi yang bersifat umum seperti:
(1) didalam satu fenomena kelompok melibatkan interaksi antara dua orang atau
lebih, (2) didalam melibatkan proses mempengaruhi, dimana pengaruh yang sengaja
(intentional influence) digunakan
oleh pemimpin terhadap bawahan.
Disamping kesamaan asumsi yang umum, didalam definisi
tersubut memiliki perbedaan yang bersifsat umum, seperti: (1) siapa yang
mempergunakan pengaruh, (2) tujuan, usaha untuk mempengaruhi, dan (3) cara
pengaruh itu digunakan.
Peranan penting dalam kepemimpinan adalah upaya
seseorang yang memainkan peran sebagai pemimpin guna mempengaruhi orang lain
dalam organisasi/lembaga tertentu untuk mencapai tujuan. Dalam Diktat Pelatihan
Calon Kepala Sekolah SLTP (1999), dijelaskan bahwa mempengaruhi adalah proses
dimana orang yang mempengaruhi berusaha merubah sikap, perilaku, nilai-nilai,
norma-norma, kepercayaan, pikiran, dan tujuan orang yang dipengaruhi secara
sistematis.
Bertolak dari pengertian kepemimpinan, terdapat tiga
unsur yang saling berkaitan, yaitu unsur manusia, sarana, dan tujuan. Untuk
dapat memperlakukan ketiga unsur tersebut secara seimbang, seorang pemimpin
harus memiliki pengetahuan, kecakapan dan keterampilan yang diperlukan dalam melaksanakan
kepemimpinannya. Pengetahuan dan keterampilan ini dapat diperoleh pengalaman
belajar secara teori maupun dari pengalamannya dalam praktek selama menjadi
pemimpin. Namun secara tidak disadari seorang pemimpin dalam memperlakukan
kepemimpinannya menurut caranya sendiri, dan cara-cara yang digunakan itu
merupakan pencerminan dari sifat-sifat dasar kepemimpinannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar