A. LAMBAT BELAJAR
1.
Identifikasi
Anak Lambat Belajar.
Untuk mengatasi kesulitan belajar/lambat
belajar anak berkebutuhan khusus dapat dilakukan berbagai cara, adapun
langkah-langkahnya adalah:
1. Identifikasi siswa yang mengalami
kesulitan belajar/lambat belajar
Identifikasi siswa adalah menentukan siswa baik indifidu atau kelompok yang diduga mengalami kesulitan belajar/lambat belajar. Aspek yang perlu diungkap; nama, jenis kelamin, tempat tanggal lahir, agama, status dalam keluarga, keadaan keluarga dan sebagainya. Adapun teknik yang digunakan:
Identifikasi siswa adalah menentukan siswa baik indifidu atau kelompok yang diduga mengalami kesulitan belajar/lambat belajar. Aspek yang perlu diungkap; nama, jenis kelamin, tempat tanggal lahir, agama, status dalam keluarga, keadaan keluarga dan sebagainya. Adapun teknik yang digunakan:
·
Menganalisa
prestasi belajar. Analisa prestasi belajar dapat dilakukan penilaian dengan
membandingkan prestasi belajar siswa terhadap patokan tertentu (batas
lulus) yang telah ditetapkan sebelumnya dan penilaian dengan
membandingkan prestasi belajar siswa dengan rata-rata kelas.
·
Menggunakan
catatan-catatan. Catatan-catatan yang
memuat berbagai jenis kegiatan siswa yang dilakukan disekolah antara lain;
waktu belajar efektif, presensi, absensi, partisipasi, interaksi, dan
sebagainya.
·
Membandingkan
tingkat penampilan siswa. Siswa akan merasakan adanya masalah dalam belajar
bila terjadi kesenjangan antara apa yang diharapkan dan kenyataan yang sebenarnya.
2. Identifikasi kesulitan
belajar/lambat belajar. Identifikasi kesulitan belajar/lambat belajar adalah
melokalisir siswa sehingga dapat ditentukan jenis , karakteristik, keluasan dan
kedalaman kesulitan/lambat belajar yang dialami.
·
Jenis.
Jenis kesulitan pada bidang studi mana siswa mengalami
kesulitan/kelambatan belajar dengan cara membandingkan nilai prestasi setiap
bidang studi yang dicapai siswa dengan nilai rata-rata kelas dan batas lulus
setiap bidang studi yang dicapai.
·
Karakteristik.
Karakteristik pada bagian-bagian mana, aspek-aspek mana, segi-segi proses
pembalajaran manakah dari bidang studi tersebut yang menglami
kesulitan/kelambatan belajar, bisa juga dengan cara menggunakan cara diagnostic
atau tes hasil belajar berupa tes sumatif dan tes formatif.
·
Keluasan.
Keluasan merupakan banyak sediktnya bidang studi yang gagal dipelajari dengan
indeks prestasi rendah, maka makin banyak pelajaran yang jatuh maka makin
luas kesulitannya.
·
Kedalaman.
Kedalaman merupakan tinggi rendahnya prestasi yang dicapai pada mata pelajaran
tersebut, maka makin rendah nilai prestasinya maka makin dalam kesulitannya.
3.
Identifikasi
factor penyebab. Identifikasi factor penyebab merupakan perkiraan sebab-sebab
yang menimbulkan kesulitan belajar/lambat belajar , secara garis besar faktor
yang menyebabkan kesulitan belajar yaitu:
·
Faktor
internal, yaitu faktor yang berasal dari diri siswa yang meliputi; Kelemahan
secara fisik, Kelemahan secara mental, Kelemahan emosional, Tidak memiliki
pengetahuan dasar.
·
Faktor
eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar siswa yang meliputi;
Kekurangan gizi, Kondisi rumah yang kurang menyenangkan, Kelas yang jumlah
siswanya terlalu banyak, Pribadi guru, penampilan serta penilaian yang tidak
tepat, Standar administrasi dan pelaksanaan yang tidak sesuai, Kurikulum yang
kurang menghargai perbedaan indifidu.
4.
Prognosis.
Prognosis adalah menentukan alternatif pemecahan yang mungkin diberikan dan
memikirkan kemungkinan dapat tidaknya diatasi setelah
diketahui jenis, karaktristik, luasan dan kedalaman serta
yang melatar belakangi.
5.
Terapi.
Terapi adalah suatu kegiatan tindak lanjut berupa perlakuan yang merupakan
kegiatan penyembuhan (kuratif). Adapun langkah-langkah yang dapat
dilakukan dalam terapi ini antara lain:
A. Pengajaran remedial. Pengajaran
remedial adalah suatu bentuk pengajaran untuk mengajarkan kembali bahan
pelajaran tertentu yang sesuai dengan kesulitan yang dialami. Titik tolak
pengajaran remedial adalah hasil tes diagnostik.Adapun teknik pendekatan yang digunakan adalah;
·
Pendekatan
individual yaitu mengenal karakteristik siswa yang satu dengan yang lain dalam
menentukan metode dan perancangan pemanfaatan berbagai media.
·
Pendekatan
perhatian dan motivasi yaitu memberikan perhatian terhadapat semua
rangsangan yang mengarah pada pencapaian tujuan belajar dan memberikan dorongan
agar siswa terfokus perhatiannya kepada segala pesan yang dipelajari.
·
Pendekatan
aktifitas belajar yaitu menuntut keterlibatan langsung siswa dalam proses
pembelajaran.
·
Pendekatan
pengulangan yaitu menggugah kesadaran siswa untuk bersedia mengerjakan
latihan-latihan berulang untuk satu permasalahan.
·
Pendekatan
penguatan dan balikan yaitu kesadaran untuk memperoleh penguatan sekaligus
balikan dan setiap kegiatan siswa yang memiliki pengetahuan tentang hasil
seperti memberikan hadiah atau ganjaran bagi siswa atas prestasinya.
B. Pelayanan konseling. Pelayanan
konseling adalah suatu pelayanan bantuan untuk peserta didik baik secara
pribadi maupun kelompok agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal dalam
bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan social, kemampuan belajar dan
perencanaan karir. Untuk anak yang mengalami kesulitan belajar/lambat belajar
diberikan pelayanan kemampuan belajar agar siswa dapat mengembangkan kemampuan
belajar dalam rangka mengikuti pendidikan disekolah dan belajar secara
mandiri . Adapun proses perencanaan pembelajaran dengan menggunakan satuan
layanan (SATLAN) dan satuan pendukung (SATKUNG).
C. Raferal. Raferal yaitu melimpahkan
kepihak lain yang lebih kompoten.
D. Tranferal. Tranferal yaitu
mengalihkan atau memindahkan terhadap kegiatan lain.
Berikut
identifikasi anak yang mengalami kelainan Anak lamban belajar :
- Rata-rata prestasi belajarnya kurang dari 6,
- Dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik sering terlambat dibandingkan teman-teman seusianya,
- Daya tangkap terhadap pelajaran lambat,
- Pernah tidak naik kelas.
Nilai
standarnya adalah 3, artinya bila anak mengalami minimal 3 gejala di atas, maka
anak termasuk Tuna rungu.
Berikut identifikasi anak yang yang mengalami kelainan kesulitan membaca (disleksia) :
1. Perkembangan kemampuan membaca
terlambat,
2. Kemampuan memahami isi bacaan
rendah,
Nilai
standarnya adalah 3, artinya bila anak mengalami minimal 3 gejala di atas, maka
anak termasuk disleksia
Berikut identifikasi anak yang mengalami kelainan kesulitan belajar menulis (disgrafia) :
- Kalau menyalin tulisan sering terlambat selesai,
- Sering salah menulis huruf b dengan p, p dengan q, v dengan u, 2 dengan 5, 6 dengan 9, dan sebagainya,
- Hasil tulisannya jelek dan tidak terbaca,
- Tulisannya banyak salah/terbalik/huruf hilang,
- Sulit menulis dengan lurus pada kertas tak bergaris.
Nilai
standarnya adalah 4, artinya bila anak mengalami minimal 4 gejala di atas, maka
anak termasuk Tuna rungu.
Berikut
identifikasi anak yang mengalami kelainan kesulitan belajar berhitung (diskalkulia) :
- Sulit membedakan tanda-tanda: +, -, x, :, >, <, =
- Sulit mengoperasikan hitungan/bilangan,
- Sering salah membilang dengan urut,
- Sering salah membedakan angka 9 dengan 6; 17 dengan 71, 2 dengan 5, 3 dengan 8, dan sebagainya,
- Sulit membedakan bangun-bangun geometri.
Nilai
standarnya adalah 4, artinya bila anak mengalami minimal 4 gejala di atas, maka
anak termasuk Tuna rungu.
Berikut identifikasi anak yang mengalami kelainan gangguan komunikasi ;
- Sulit menangkap isi pembicaraan orang lain,
- Tidak lancar dalam berbicaraa/mengemukakan ide,
- Sering menggunakan isyarat dalam berkomunikasi,
- Kalau berbicara sering gagap/gugup,
- Suaranya parau/aneh,
- Tidak fasih mengucapkan kata-kata tertentu/celat/cadel,
- Organ bicaranya tidak normal/sumbing.
Nilai
standarnya adalah 5, artinya bila anak mengalami minimal 5 gejala di atas, maka
anak termasuk Tuna rungu.
ALAT
IDENTIFIKASI ANAK LAMBAT BELAJAR
Nama Sekolah :
Kelas :
Diisi tanggal :
Nama GPK :
Guru Kelas :
|
Gejala
Yang Diamati
|
NAMA SISWA YANG DIAMATI (BERDASARKAN NOMOR URUT)
|
|||||||||||||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
9
|
10
|
11
|
12
|
13
|
14
|
15
|
16
|
Dst
|
||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7. Anak Lamban Belajar
|
||||||||||||||||||
|
a
|
Daya tangkap
terhadap pelajaran lambat
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
b
|
Sering lamat
dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
c
|
Rata-rata prestasi belajar selalu
rendah
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
d
|
Pernah tidak naik kelas
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Nilai Standar 4
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar